Sambut Tahun Baru dengan Santun

edit by Canva, pic by Pinterest

Tahun baru tak harus dirayakan dengan meriah. Tahun baru tak harus dirayakan dengan pesta megah, kembang api mewah, yang acapkali membuat manusia lupa diri, hingga melawan aturan Tuhan pembuat semesta ini.

Sepanjang hidup saya selama saya bernafas di muka bumi ini selama 28 tahun lebih, saya jarang sekali merayakan tahun baru apalagi bila secara berlebihan, bahkan barangkali hanya hitungan jari. Saat saya masih kecil era 90an dulu pernah ada kembang api di stadion dekat rumah untuk merayakan gempita tahun baru, saya keluar di teras rumah untuk melihat kembang api kemudian lanjut tidur lagi. Sebatas itu saja. Selebihnya saya tidak pernah merayakannya atau memiliki ritual khusus menyambut tahun baru. Terlebih setelah dewasa ini saya semakin tidak tertarik dengan perayaan tahun baru.

Sedikit mengingat banyak kejadian bahkan bencana di negara kita sepanjang tahun 2018, kebakaran, gempa bumi hingga Tsunami, seharusnya kita tidak usah terlalu berlebihan untuk menyambut tahun baru yang hanya riuh sesaat. Apalagi bila ditambah dengan pesta kemaksiatan, na’uzubillah.

Jangankan negara Indonesia, kota tempat saya, Bontang pun banyak melewati bencana kecil sepanjang 2018 mulai dari banjir, kebakaran di salah satu kecamatan, pencabulan santri oleh guru ngaji, sampai gempa bumi terdampak gempa di Palu dan Donggala.

sumber : http://bontang.prokal.co/read/news/23373-kilas-balik-peristiwa-di-2018.html

Beruntung Gubernur Kaltim, Isan Noor, melarang adanya aktivitas hiburan berlebihan, kembang api dan terompet se-Kaltim pada perayaan tahun baru. Guna mematuhi aturan tersebut, maka pemkot Bontang mengubah konsep acara perayaan tahun baru di Bontang dari hiburan musik dangdut koplo dan band Jamrud menjadi acara bersifat agamis seperti doa bersama dan pengumpulan donasi untuk korban bencana di Indonesia.

Mari sejenak merenung, apa manfaat yang dapat kita peroleh dari adanya pesta hura-hura dalam menyambut tahun baru, bahkan di tiap tahunnya mengulang seperti itu saja tapi jiwa raga bahkan hati tidak selalu baru, kita masih jalan di tempat dan dosa semakin meningkat. Tak ada yang harus diperlakukan secara istimewa dalam malam pergantian tahun baru.

Mari kita menjadi pribadi yang lebih baik di setiap harinya, di setiap tahunnya. Buatlah jurnal dan misi ‘perbaikan’ jiwa bahkan resolusi rohani untuk diri kita sendiri. Sejenak menepilah dari hiruk pikuk pesta dan perayaan dengan kegembiraan yang semu. Mendedahkan doa-doa ke langit, kelak menghapus buih dosa dalam diri. Sambut tahun baru dengan santun bahkan setiap hari dengan segala kerendahan hati kita di bumi, tempat yang hanya sementara ini.

Tulisan ini adalah untuk menasihati diri sendiri.

Anggi,

Bontang 2019

3 Replies to “Sambut Tahun Baru dengan Santun”

  1. Bener juga yah mba, gak harus disambut dengan hura-hura, apalagi sekarang banyak kejadian seperti bencana alam melanda negeri ini ?

    Mba tinggal di Bontang yah, wah seneng rasanya punya kenalan baru ?

  2. Saya udah lama gak pernah keluyuran malam tahun baru, dan kayaknya juga tahun ini gak serame tahun sebelumnya deh, banyak yang malah menghabiskan malam dengan doa bersama.

    Sedih juga ya, ada yang hura2 sementara yang lain sedang bersedih
    Semoga Indonesia kembali pulih dan musibah tidak terjadi lagi, aamiin 🙂

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.