Explore Balikpapan

edit by Canva, pic by Pinterest

Saya dan keluarga lumayan sering berlibur keluar kota, apalagi dulu saat saya masih belum menikah. Destinasi yang pernah saya dan keluarga saya kunjungi adalah wisata Malang, Madura, Yogyakarta dan Surabaya. Setelah saya menikah dan memiliki keluarga kecil, saya sudah jarang bisa ikut orangtua dan adik-adik saya berlibur keluar kota lagi karena kondisi saya setelah melahirkan saat itu dan anak saya masih berumur di bawah 1 tahun. Meskipun begitu, orangtua dan adik-adik saya masih sering berlibur, ke Jakarta, Bandung dan terakhir mereka ke Bali. Nah, liburan kali ini orangtua saya tidak memiliki rencana untuk berlibur ke Jawa lagi. Jadi kami bisa liburan bareng lagi meskipun formasi tidak terlalu lengkap, papa saya masih dalam suasana kerja dan tidak mendapat off sedangkan adik perempuan saya masih skripsi dan menunggu wisuda. FYI, saya anak pertama dari tiga bersaudara, adik pertama perempuan, dan yang bungsu laki-laki.

Liburan Desember 2018 kali ini kami memutuskan untuk berlibur ke Balikpapan saja karena dengan alasan kotanya dekat dengan Bontang kurang lebih hanya 5 jam perjalanan dari Bontang. Selain itu saya masih agak terlalu ‘awang-awangan’ mau bawa anak saya bepergian ke Jawa, karena membayangkan betapa rempongnya naik pesawat ke Jawa bawa anak 😀 belum lagi ditambah perjalanan daratnya, suami saya mabuk darat 😀 Kami juga jarang jalan ke Balikpapan, seringnya ke Samarinda. Di Balikpapan hanya singgah saja di bandaranya 😀

Akhirnya kami memesan Hotel di pusat kota saja, Hotel Menara Bahtera. Kami memesan untuk 3 hari, mulai dari tanggal 23 Desember – 25 Desember. Kami memesan 3 bulan sebelumnya melalui Traveloka. Susunan itinerary saya serahkan sama Mama. Dan itinerary nya fix seperti ini :

  • Day 1 : E – Walk Mall – kemudian check in Hotel – Free (Plaza Balikpapan)
  • Day 2 : Pantai Lamaru – Makan siang di Dandito Resto – Trans Mart – Hotel – Free time
  • Day 3 : check out Hotel – KWLPH Beruang Madu

Kami memilih untuk bepergian dengan kendaraan sendiri dengan menyewa sopir pribadi yakni dari keluarga sendiri 😀 dan dengan alasan bisa hemat pengeluaran ongkos jalan-jalan dan kalau membawa barang banyak pun nggak sungkan.

Day 1 : E-Walk Mall – Hotel – Free time

Kami berangkat dari Bontang sekitar pukul 8 pagi. Tiba di Balikpapan sekitar jam 2 siang langsung menuju E-Walk untuk makan siang. Sebenarnya kami sudah sarapan di mobil selama perjalanan plus ngemil, ya tapi kan terus lapar dan pingin banget cuci mata di E-Walk 😀

sama anak wedhok persiapan makan di restaurant E-Walk

Kelar makan siang kami bergegas meluncur ke Hotel untuk check in. Nah, herannya ya saya kebagian ‘kamar sisa’ di hotel itu yaitu kamar dengan fasilitas merokok karena kamar lain kata mas CS nya sudah penuh 🙁 Dan akhirnya saya bertemu dengan salah satu pelanggan hotel juga, kalau pesan hotel di Traveloka ada pilihan untuk kamar smoking atau no smoking. Uh, saya baru tau info itu. Saya merasa tidak nyaman di lantai 3 area smoking itu. Bau sisa asap rokoknya itu loh ‘membahana’ di lorong lantai, apalagi saya bawa anak kecil 🙁 Saya hanya menyarankan suami saya untuk tidak sering membawa anak main di luar di lantai 3 kecuali sekalian aja turun ke lobby atau restaurant yang pasti free dari asap rokok.

Malamnya kami bersiap ke Plaza Balikpapan untuk cuci mata lagi. Menara Bahtera terletak di seberang Plaza Balikpapan. Akses menuju ke sana pun gampang, hanya menyeberang di jembatan penyebrangan.

Saat di Plaza, kebetulan ramai ada event menyambut Natal dengan turunnya ‘salju’ dan kedatangan ‘Santa’. Saya ‘numpang’ foto bareng saljunya aja 😀

menikmati ‘salju’

Malam itu saya putuskan untuk mampir Gramedia saja karena ada beberapa buku yang ingin saya cari, dan saya lama tidak ke toko Buku, sebab koleksi buku di Bontang terbatas dan kebanyakan adalah terbitan lawas. Oiya sekedar informasi, di Balikpapan sudah mulai dicanangkan Go Green sejak Juli 2017 dengan mengurangi penggunaan plastik setiap belanja (berita : http://dietkantongplastik.info/2018/07/03/balikpapan-menuju-bebas-sampah-kantong-plastik/). Di Gramedia saya ditawari mbak kasirnya untuk beli tas kain, karena saya lupa bawa tas kantong sendiri.

Day 2 :
Pantai Lamaru – Makan siang di Dandito Resto – Trans Mart – Hotel – Free time

Setelah sarapan di hotel, kami bergegas menuju Pantai Lamaru. Inilah saatnya untuk bersenang-senang sehari penuh 😀 Pantai Lamaru merupakan salah satu destinasi wisata pantai di Balikpapan yang eksotis dengan cemaranya, pasir putihnya dan air lautnya yang dangkal tidak terlalu dalam. Akses menuju Pantai Lamaru tidak terlalu sulit dan tidak jauh dari pusat kota, hanya sekitar 20 menit. HTM ke Lamaru cukup terjangkau, per orang hanya 15 ribu dan kendaraan roda empat 15 ribu.

HTM Lamaru :
sumber gambar : http://balikpapanbiker.blogspot.com/2014/06/turing-menyusuri-pantai-pantai.html (saya tidak sempat foto) 😀

Jalan masuk ke Lamaru, kami disuguhkan megahnya Masjid Muhammad Cheng Ho di sebelah kiri jalan dan rindangnya pohon-pohon cemara mulai dari jalan masuk hingga seluruh pantai.

rimbunan cemara yang indah dan teduh

Duh sepoi-sepoi banget nggak seh, cucok banget buat piknik sambil tidur-tiduran 😀 Oy itu piknik apa pindah tidur. Pantai Lamaru ini emang teduh banget dan bikin ngantuk. Oiya di sana nggak usah kuatir kalau nggak bawa lampit, tikar atau sebagainya karena ada penyewaan tikar 30ribu dan ada penyewaan hammock juga kalau mau menikmati pantai dengan ayun-ayun di hammock (asal nggak diayunin syaiton aja wakakak).

berpagar cemara, cantik banget

Dalam Pantai Lamaru juga menyediakan penyewaan Buggy Car loh.

daftar sewa Buggy Car

Penyewaan Buggy Car ini ada di loket pusat informasi. Tinggal ninggalin KTP aja dan bayar lunas, langsung deh bisa jalan. Kami pilih car president 150 ribu/30 menit yang cukup 3 orang aja, 2 orang supir dan penumpang kiri, 1 orang lagi berdiri di belakang kwkwk ini request suami saya, biar suami saya aja yang berdiri di belakang kayak kernet kwk. 30 menit keliling Pantai Lamaru seru dan puas banget, sampe bingung mau muter ke mana lagi 😀

berasa pak Jokowi 😀

Di Lamaru ini ternyata juga ada peninggalan Jepang tersisa, yaitu Benteng Jepang. Mengingat Jepang menduduki Tarakan pertama kali tahun 1942 kemudian menduduki Balikpapan. Nah ternyata ada peninggalan Jepang lain di sekitar Lamaru, tapi saya tidak tau lokasi tepatnya sebelah mana. Saya hanya membaca sejarahnya di artikel Tribun Kaltim.

Di sekitar pantai Lamaru juga ada warung seperti pujasera yang menyediakan berbagai macam kuliner, seperti gado-gado, es kelapa muda, dll. Tapi kami memiliki rencana ke Dandito selepas dari Pantai Lamaru, jadi kamu tidak membeli makanan di pujesera tersebut. Terniat banget ngosongin perut sebelum ke Dandito biar puas makan kwkwk.

Dhuhur tiba, sejenak kami melipir ke Masjid Muhammad Cheng Ho untuk melakukan solat dhuhur. Masjidnya cantik banget dengan warna khas Tiongkok. Masjid Muhammad Cheng Ho didirikan sekitar bulan Mei 2017 di lokasi wisata Pantai Lamaru merupakan masjid ke 17 Masjid Cheng Ho di Indonesia yang dikelola Senyiur Hotel milik Jos Sutomo. Nama masjid Muhammad Cheng Ho diambil dari Panglima Muhammad Cheng Ho asal Tiongkok yang menyebarkan agama islam di Indonesia. Masjid ini dibangun diatas 2.250 meter persegi dan kemewahan masjid dengan nuansa negeri Tiongkok menghiasi masjid ini, dengan luas gedung masjid seluas 9×17 meter dengan tinggi mencapai 11 meter. Selain itu terdapat Aula masjid seluas 17×17 meter dengan perpaduan budaya indonesia dan Tiongkok. Diharapkan adanya pembangunan Masjid ini dapat menjadi wisata religi di Balikpapan dan menjadi tempat kegiatan sosial. (Sumber : http://www.inibalikpapan.com/masjid-ke-17-muhammad-cheng-ho-berdiri-di-lamaru-balikpapan/ )

Ornamen Masjid
Masjid Cheng Ho Balikpapan tampak samping

Selesai solat saya meluncur ke rumah makan Dandito yang letaknya tidak jauh dari lokasi pantai.

Dandito ini merupakan salah satu rumah makan terkenal di Balikpapan dengan menu andalannya Kepiting Saos Lada Hitam. Suami saya sering bawain Kepiting ini tiap pulang dinas dari Balikpapan. Nah kali ini kami menjajal menu lain akhirnya dipilihlah Kepiting Kenari. Bedanya kepiting kenari ini lebih lunak dari kepiting saos, digoreng dengan tepung bumbu. Kalau kepiting saos bikin belepotan tangan kalau kepiting kenari ini enggak. Buat tipe saya yang baju harus tetap rapi enggak kusyut apalagi kalau bepergian demi menjaga eksistensi dan autentik foto di instagram hahaha maka lebih pilih makan kepiting kenari aja, ‘makan cantik’ enggak belepotan, iya saya emang kemenyek kwkwkwk. Saya juga memesan ikan kerapu bakar, rasanya endesss gaes. Beda sama seafood bakar lain. Gila, makan siang di Dandito aja kenyangnya bikin awet sampai malam hari. Asli saya enggak ada makan malam lagi hari itu udah kekenyangan kwkwk. Lanjut dari Dandito kami menuju Trans Mart Balikpapan buat main di dingdong nya. Sore hari kami kembali ke hotel buat mandi-mandi, dan malam harinya kami ke Plaza Balikpapan lagi buat belanja yang lain. Saya memborong produk Burn Burn, baju anak dan baju suami hihihi..

Day 3 : check out Hotel – KWLPH Beruang Madu

Hari terakhir di Balikpapan, setelah sarapan kami langsung check out sekitar jam setengah 9 pagi. Kami memilih check out lebih awal karena waktu perjalanan ke Bontang yang menempuh waktu 5 jam dan kami hari itu akan singgah ke Samarinda ke tempat keluarga besar yang merayakan Natal. Oiya cerita sedikit saat check out saya terpaksa membayar cas lagi untuk menebus gelas hotel yang dipecahin anak saya kwkwk. Untungnya bukan gelas yang besar, cuma gelas bening biasa yang ada di kamar mandi hotel dan saya cuma menebus seharga 30 ribu.

Di perjalanan pulang dari hotel kami menuju KWLPH Beruang Madu. Udah lama sih saya penasaran ke sana, cuma mau liat beruang doang kwk ya sambil ngenalin binatang ke anak saya juga.

Kawasan Wisata Pendidikan Lingkungan Hidup (KWPLH), atau yang dikenal sebagai Pusat Beruang Madu, adalah sebuah fasilitas pendidikan lingkungan hidup yang terletak 23 km di sebelah utara kota Balikpapan, Kalimantan Timur, Indonesia. KWPLH juga membangun fasilitas penyelamatan untuk kucing dan anjing yang berkeliaran dan ditelantarkan, juga menghadirkan informasi mengenai perawatan hewan piaraan kepada masyarakat. Kita bisa belajar tentang kehidupan mereka dan melihat hewan yang hampir punah itu di sini. Ada 4 beruang madu hasil sitaan dirawat di sini sebelum di lepaskan ke habitat aslinya. Ada jam-jam tertentu dimana beruang madu akan keluar untuk makan. Masuk ke lokasi ini tidak dipungut biaya, melainkan pengunjung bisa memberi seikhlasnya untuk biaya perawatan.

icon beruang madu berada di depan
info pengunjung dan hal lain tentang KWPLH Balikpapan
Rumah Lamin

Di KWPLH ada dua lamin besar (bangunan bergaya rumah panjang). Lamin utama digunakan untuk menampilkan panel pendidikan, pertunjukan film dokumenter alam, dan kadang-kadang untuk kegiatan acara. Lamin kedua sering disewakan untuk acara keluarga atau perusahaan yang ingin melaksanakan kegiatan mereka dalam nuansa yang lebih alami. Karena kenyataan bahwa KWPLH merupakan pusat pendidikan lingkungan hidup, maka aturan dan peraturan tertentu diberlakukan untuk acara eksternal (sampah, kebisingan, ukuran kelompok dll) (sumber : http://www.beruangmadu.org/)

pintu masuk ke lokasi beruang madu
jalan turun menuju lokasi beruang madu

beruangnya sembunyi 😀

tidur 😀

Jalan menuju lokasi beruang lumayan sih kira-kira 4 meter dengan akses tangga turunan menuju lokasi dan berbalik menjadi menanjak saat keluar dari lokasi. Turunnya sih enak, naiknya biking ngos-ngosan 😀 Tapi alhamdulillah mata disegarkan dengan rimbunan hutan yang asri dan adem banget.

Di sekitar KWPLH juga ada pusat informasi beruang madu yang terbentuk seperti lorong-lorong. Pengunjung dapat membaca seluruhnya tentang jenis-jenis beruang, kondisi beruang madu yang sekarang sangat memprihatinkan dan sangat langka dan ajakan untuk mencintai beruang madu zaman now dengan tidak membunuhnya.

Kami berada di KWLPH ini sekitar kurang lebih 30 menit. Lumayan untuk istirahat menghilangkan kejenuhan berada di mobil 😀 Anak saya excited banget berada di sini karena tebak-tebakan mencari beruang madu yang sembunyi 😀 Kemudian kami menuju mobil dan bergegas ke Samarinda dan ke Bontang. Kami sampai Bontang sore kira-kira jam 5 sore.

Kota Balikpapan wajib banget buat diexplore dan cocok banget sebagai destinasi wisata keluarga. Kotanya bersih dan rapih banget. Nggak ada sampah sama sekali. Orang-orangnya tertib dan cuek-cuek, mungkin karena orang metropolitan ya heheu. Dan yang saya salut adalah Kota Balikpapan mulai menggalakkan pengurangan pemakaian plastik di setiap pusat perbelanjaan dan di mart, meskipun belum merata.

Tips Bepergian Jauh Membawa Anak ala Mama Anjani

  • Anak cukup usia, kalau menurut saya ya, yang penting sudah lengkap vaksinnya sampai campak baru bisa diajak bepergian jauh. Ya namanya saja orangtua berikhtiar, setidaknya mencegah anak terpapar virus dari luar yang melemahkan tubuhnya. Saya juga pernah punya pengalaman nggak enak waktu anak saya belum genap 1 tahun, saya bawa ke Jawa, ke Jember dan ke Jogja, main ke pantai pula, pulangnya anak saya jadi diare seminggu. Panik dong saya 🙁 akhirnya saya nggak mau ngulangin kedua kali. Mendingan nunggu vaksin lengkap dulu deh biar kuat dulu daya tahan anaknya.
  • Lebih baik bepergian jauh dengan suami. Kenapa?? Biar gantian gendong! 😀 Namanya aja liburan, neneknya butuh liburan, ya masak kita tega kalau pas liburan tetep ngerepotin neneknya 😀 Saya juga punya pengalaman waktu ke Jawa, pertama kali tanpa suami karena cuti suami sedikit jadi saya dan anak saya berangkat duluan kemudian suami nyusul. Jangan ditanya rasanya, beraaat 🙁 Kayak nasi pecel tanpa karet, tanpa suami aku ambyaaar 😀 Belum kalau anak sakit, nggak ada yang gantian jagain. Minta tolong adek saya juga nggak bisa terus-terusan karena dia sibuk ngampus juga. Hadeh, udah gitu anak saya nangissss mulu sampai tetangga kepo semua. Duh, nggak lagi deh.
  • Cari destinasi yang ramah anak, kayak pantai boleh lah, tapi saya nggak menyarankan buat nyemplung ke laut 😀 anak saya di Lamaru kemarin pun nggak mandi-mandi di lautnya kok 😀 cuma duduk-duduk cantik aja lalu naik Buggy keliling pantai Lamaru. Sebenernya saya pingin juga sih ke Waterboom Balikpapan, tapi waktunya nggak nutut sepertinya sih, karena pulang dari pantai aja siang selepas dhuhur.
  • Selalu sedia perlengkapan anak di mobil, kayak susu, cemilan sampai baju ganti, termasuk selimut. Wajib banget bawa semua. Biar aja deh udah kayak mau berangkat ‘perang’ yang penting aman terkendali semua. Jadi saat perjalanan pun nyaman. Nggak lupa siapin kresek kecil buat yang mabuk darat 😀

Begitulah cerita liburan keluarga saya kemarin. Semoga bisa jadi referensi buat yang mau liburan ke Balikpapan ya 🙂 Kalau kamu liburan ke mana nih?

Anggi,

Bontang, Januari 2019

One Reply to “Explore Balikpapan”

  1. Ya ampuun.. lamanya ga ke Lamaru, udah ada tulisan Lamaru gitu ya. Dulu belum ada. Hehehe… Keluarga saya juga pernah nginap di Menara Bahtera, adik dan ponakan saya pada senang berenang di sana 🙂 Btw, Mbak.. Murah juga ganti gelasnya 30 ribu. Saya pernah mecahin gelas di kamar mandi juga di hotel lain sih… Bayarnya 75 ribu. Huhuhu….

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.