Mengejar Senja di Sungai Mahakam

Edit by Canva

Sejak menikah saya jarang punya family time dengan orangtua dan adik saya. Weekend kali ini saya berkesempatan untuk family time bersama mereka. Kami memutuskan untuk rekreasi ke Samarinda, ibu kota Kalimantan Timur.

Sebelumnya kami sudah merencanakan akan berwisata menyusuri sungai Mahakam dengan kapal wisata yang beberapa tahun belakangan mulai hitz di kalangan pelancong atau wisatawan. Sabtu sore jam 4 kami menuju dermaga Mahakam Hilir daerah Pasar Pagi.

Sebagai informasi, ada 4 kapal wisata Mahakam dengan nama, kapasitas serta tarif berbeda sesuai tujuan, yaitu Kapal Pesut Etam, Pesut Bentong, Patin Mahakam dan Kapal Pesut Kita. Kapal wisata Mahakam melayani dua rute yaitu rute dalam kota (ke arah Masjid Islamic Centre, Big Mall dan Jembatan mahkota 2) dan rute Tenggarong. Untuk rute dalam kota dengan tarif 50 ribu/orang, dan untuk ke Tenggarong 150 ribu/orang.

Dermaga Mahakam ilir

Sehari sebelum berangkat, ibu saya sudah memesan kapal terlebih dahulu melalui whatsapp. Tapi ada kejadian tidak mengenakkan saat kami tiba di Dermaga. Saat kami kebingungan mencari nama Pak Hadi, yang sudah janjian dengan ibu saya, ada petugas dari Pesut Etam yang agak “menyesatkan” kami. Mbak itu selalu menjawab tidak tau menau dan tidak kenal Pak Hadi dan malah menyuruh kami ke dermaga sungai Kunjang, ujungnya kami disuruh naik kapal dia. Oh God, persaingan bisnis gitu amat ya hahaa sampe bikin kami customer kebingungan. Mohon untuk pelaku wisata lain, kalau “main” yang cantik ya, toh rezeki tidak ke mana. Singkat cerita akhirnya kami bertemu dengan Pak Hadi yang ternyata pengelola Pesut Bentong. Tidak menunggu lama, kapal akhirnya merapat di dermaga.

Pesut Bentong

Kami tidak naik Pesut Bentong karena hari itu semua kapal wisata yang besar sudah dicarter menuju Tenggarong. Akhirnya kami diarahkan untuk naik Kapal Pesut Kita yang ukuran kapalnya lebih kecil dan dengan rute di dalam kota saja.

Sama dengan kapal wisata lain, kapal Pesut Kita juga terdapat dua lantai dan ada fasilitas meja serta untuk karaoke. Kapal wisata ini tidak menyediakan makanan atau minuman gratis kecuali untuk kapal wisata yang sudah dicarter, tapi kamu bisa membeli pop mie di lantai bawah kapal atau bisa membawa makanan sendiri dari luar.

Kapal mulai jalan jam 5 sore menuju arah jembatan Mahakam, Masjid Islamic Center, dan Big Mall serta Jembatan Mahkota 2. Dari atas kapal kami bisa menikmati suasana kota Samarinda senja sore hari. Romantis !

Senja di Tepian Mahakam
Kokohnya Jembatan Mahakam
Bisa selfie ala nahkoda gitu di atas 🙂
Kerlip lampu Masjid Islamic Center
Jembatan Mahkota 2 malam hari

Menyusuri Mahakam dengan kapal wisata ini kira-kira menghabiskan waktu sekitar 2 jam hingga malam hari. Dan 2 jam itu sudah cukup puas memanjakan mata dengan menikmati kota Samarinda sambil berfoto dengan background jembatan, dan masjid. Wisata ini bisa jadi pilihan untuk kamu yang mau bersantai menghabiskan waktu bersama keluarga saat weekend dan untuk yang mau merasakan sensasi terayun-ayun di atas kapal 🙂

Gimana? Tertarik nggak untuk naik kapal wisata? Atau barangkali di daerah kamu ada juga kapal wisata seperti ini? Share ya.. 🙂

Anggi,

Bontang, Januari 2019

3 Replies to “Mengejar Senja di Sungai Mahakam”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.