Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Korean Drama

Review : Memories of The Alhambra, Main Game Bareng Hyun Bin

Dari tahun ke tahun Korea selalu menyajikan drama cerita seru dan baru yang selalu dinanti kehadirannya. Seperti layaknya pecinta drama Korea lain, aku juga sangat menunggu drama Memories of the Alhambra ini. Memories of The Alhambra ini menggaet artis terkenal seperti Hyun Bin dan Park Shin Hye yang sudah tidak diragukan lagi sepak terjangnya dalam dunia drama. Drama ini juga merupakan comebacknya aktor Hyun Bin yang cukup lama vakum dalam layar kaca. Disandingkan dengan Park Shin Hye yang selalu tampil apik dalam menghayati peran mellow dalam setiap dramanya.

poster MoTa

Memories of The Alhambra tayang 1 Desember 2018 dan berakhir 20 Januari 2019 dengan jadwal Sabtu-Minggu malam di Tvn, melengkapi hari weekend para pecinta drama Korea. Fantasi, Fiksi Ilmiah, Thriller adalah genre drama ini.

Penulis

Naskah dari Drama Memories of The Alhambra ini ditulis oleh Song Jae Jong yang juga menulis drama ‘W’ yang menyajikan cerita unik yakni hidup di dunia Webtoon. Nah di Memories of The Alhambra ini penulis menyajikan cerita tentang game AR yang terinspirasi dari Pokemon Go, meskipun pada akhirnya ada sebuah ‘kutukan’ dalam game tersebut yakni apabila pemain membunuh lawannya dalam game, maka dalam dunia nyata pun ikut terbunuh. Permisi, buat yang nggak suka genre seperti ini, pliss minggir 😀 karena penulis Song Jae Jong memang tidak terlalu peduli dengan romansa dan akhir cerita. Romantis dan skinship dalam genre ini cuma kayak bumbu-bumbu micin yang hanya melengkapi penderitaan semata 😀

Peran dan Karakter

cast

Hyun Bin (Yoo Jin Woo), CEO perusahaan JOne. Ia mendirikan JOne bersama sahabatnya namun akhirnya dikhianati oleh sahabatnya sendiri. Sahabatnya, Cha Hyung Suk, pergi mendirikan perusahaan sendiri dan kemudian bersaing dengan perusahaan Jin Woo. Dalam percintaannya pun, istri Jin Woo jatuh ke pelukan Cha Hyung Suk. (Sakit banget ye kan)

Park Shin Hye (Jung Hae Joo), seorang wanita biasa dan kakak perempuan yang juga menjadi tulang punggung dari tiga bersaudara. Ia mengelola Hostel milik peninggalan keluarganya dan bekerja sebagai pemandu wisata di Granada. Cita-citanya sebagai gitaris klasik awalnya membawa ia dan keluarganya ke Spanyol. Mereka menjual asset mereka dan pindah ke Granada. Namun takdir berkata lain. Ibunya meninggal setelah setahun di Granada, menyusul ayahnya yang tidak bisa hidup tanpa istrinya meninggal karena kecelakaan saat mabuk.

Chan Yeol (Jung Sae Joo), adik pertama Hae Joo. Ia seorang progammer dan sangat introvert. Ia menutup diri dari kehidupan dunia luar. Ia terjebak dalam game yang ia ciptakan sendiri.

Lee Re (Jung Min Jo), adik bungsu Hae Joo. Ia ceria dan selalu ceplas ceplos. Aku paling suka dengan kecerewetan Jung Min Jo ini, seperti menrefreshkan kembali suasana tegang di drama 😀

Park Hoon (Cha Hyung Suk), anak dari Prof. Cha Byung Jun dan teman kuliah Yoo Jin Woo. Ia memiliki kepribadian kompetitif dan egoistis, hingga akhirnya bersebrangan dengan Jin Woo. Pada akhirnya menjadi saingan Jin Woo dan berbalik menghianati Jin Woo. Pengkhianatan ini menyebabkan kemunduran besar pada hidup Jin Woo.

Kim Eui Sung (Prof. Cha Byung Jun), Profesor dari Universitas Alhambra dan ayah dari Hyung Suk. Sifatnya yang keras kepala, licik dan serakah, membuatnya memiliki kasus rumit dengan Jin Woo.

Lee Shi Won (Lee Soo Jin), seorang dokter dan istri pertama Jin Woo. Namun dalam pernikahannya dengan Jin Woo ia tidak mendapat kebahagiaan. Pada akhirnya ia menikah dengan sahabat Jin Woo dan memiliki seorang anak.

Han Bo Reum (Go Yoo Ra), seorang artis dan merupakan istri kedua Jin Woo. Ia matre, banyak gaya dan sombong serta pembawa masalah dalam hidup Jin Woo.

Min Jin Woong (Seo Jung Hoon), sekretaris Jin Woo. Sekretaris yang setia dan sabar banget sama Jin Woo. Selalu nginthili Jin Woo ke mana-mana bahkan ikut dalam game Jin Woo, meski akhirnya berujung petaka.

Sinopsis Singkat

Memories of The Alhambra menceritakan tentang seorang CEO perusahaan investasi pengembangan Game bernama Yoo Jin Woo yang sedang berkunjung ke Barcelona untuk urusan bisnis. Namun dalam perjalanannya, ia mendapat telepon dari seseorang yang tak dikenal dan kemudian mengajaknya untuk bertemu di Hostel Bonita, Granada, Spanyol, yang dikelola oleh Jung Hye Joo. Yoo Jin Wo mencari tau siapa yang meneleponnya malam itu. Usut punya usut ternyata ia adalah Jung Sae Joo, adik dari Jung Hye Joo, seorang pengembang game AR.

Mendengar Cha Hyung Suk menginginkan game tersebut, Jin Woo pun tak mau kalah. Ia berusaha mendekati Hye Joo dan membeli game tersebut yang ternyata lisensinya sudah didaftarkan Seo Joo atas nama Hye Joo.

Berada di lokasi yang sama, Granada, Cha Hyung Suk terlibat pertarungan dalam game bersama Jin Woo. Hingga pada akhirnya Jin Woo secara tak sengaja menusuk Cha Hyung Suk dan mengakibatkan kematian.

Tak berhenti di situ, masalah demi masalah datang sejak kejadian kelam itu. Jin Woo selalu dihantui oleh Hyung Suk dalam game, meski tanpa menggunakan lensa kontak. Jin Woo juga dituduh membunuh Hyung Suk dan Sekretaris Seo, dianggap sudah gila, hingga didiagnosa mengalami cacat satu kaki seumur hidup dan dipecat dari presdir. Belum lagi tingkah Go Yoo Ra mantan istri kedua Jin Woo yang selalu memperkeruh suasana. Aku juga eneg liat cewek matre satu ini.

Tak patah arang. Demi mencari adik Hye Joo yang merupakan kunci dari game, Jin Woo bertekad memainkan game hingga level tertinggi sebagai “Master”. Jin Woo ingin menanyakan pada Hye Joo apa sebenarnya yang salah dalam game nya sehingga menjadi kacau.

Review

Cerita dalam drama ini memang cukup unik dan tentu rumit. Sejak episode pertama aku selalu penasaran dibuatnya. Dalam menit awal di episode pertama, adegan Jung Sae Joo lari seperti dikejar seseorang, mengingatkanku pada drama K2 yang diperankan oleh Yoona dan Ji Chang Wook.

Alur yang dimainkan dalam drama ini adalah maju-mundur sehingga penonton harus selalu mengikuti episodenya. Bayangin tiap minggu dibikin nggak bisa tidur karena ikut berpikir keras. Didukung oleh spoiler-spoiler yang bertebaran di instagram, bikin aku jadi sesak napas juga 😀

Awal episode juga disuguhkan dengan adegan Jin Woo yang langsung ngetes game nya di Granada. Aku pun berasa ikut main juga dalam game itu dan bikin deg-degan karena awal episode si Jin Woo belum terlatih benar dan tertusuk pedang Ksatria berkali-kali.

Drama ini memunculkan karakter lain dalam game yaitu Emma yang diperankan oleh Park Shin Hye, yang diciptakan oleh Sae Joo sebagai lambang penjaga perdamaian dalam game tersebut. Emma selalu memainkan gitar klasiknya di sebuah Cafe Granada bernama Cafe Alcazaba. Namun KNP Emma terjadi galat. Dan shocknya lagi nih, setelah kunci surga yang dicari Emma ketemu, tapi kemudian ditusukkan ke Jin Woo. Teka-teki ini terjawab di 3 episode terakhir.

Drama korea tak lengkap bila tak ada romansa. Drama ini juga menyuguhkan percikan cinta antara Jin Woo dan Hae Joo. Jin Woo yang terpuruk akhirnya perlahan mencintai Hye Joo yang selalu setia disampingnya, yang selalu percaya dengan Jin Woo. Tapi, yang merindukan romance dengan skinship berlebihan aku saranin jangan nonton ini, karena adegan romance nya cuma seperempat aja dari seluruh episode. Meskipun menurut aku oke aja karena makna cinta yang tersirat pun sangat dalam.

Scene yang paling bikin aku sedih adalah saat sekretaris Seo ikut terbunuh di game oleh KNP saat mengikuti Jin Woo ke Granada untuk menyelesaikan tugas Masternya. Dan Seo hanya akan muncul saat Jin Woo mengalami kesulitan menghadapi musuh-musuhnya.

Ending drama ini menyajikan ending yang menggantung atau yang biasa disebut dengan open ending. Kembalinya Sae Joo setelah setahun lamanya tak membuatnya mengatasi masalah dalam game ini. Aku juga sempet kesel juga karena aku pikir setahun ia masuk di instance dungeon itu, bikin dia berpikir untuk menyelamatkan Master yang menyelamatkannya tanpa harus menunggu ada pemain baru lagi yang mencapai level tinggi. Terus yang bikin gemes lagi adalah saat Jin Woo dianggap bug oleh Emma dan akhirnya Emma menusuk Jin Woo dan Jin Woo menjelma menjadi butiran debu. Lalu pertanyaan lain muncul, kalau pemain lain terbunuh dalam game dianggap bug, nah si Marco teman Sae Joo yang juga nggak sengaja dibunuh oleh Sae Joo itu ke mana? Kenapa enggak dianggap bug juga sama Emma? Haeool..

That ending, gelap mas, kegantenganmu tak terlihat

Tapi ya sudahlah mari menata hati lagi. Meskipun masih liatin pic drama ini yang bertebaran di instagram jadi bikin gemes lagi 😀 Barangkali memang harus begitu akhirnya. Jin Woo tetap membuktikan perkataannya dan Hee Joo selalu percaya dengan Jin Woo. Kepercayaan itu mahal!

Dari segi totalitas akting pemainnya drama ini memang bikin kita ikut merasa sedih, sakit, tertekan. Drama ini memang banyak menampilkan scene Hyun Bin yang berperan sebagai tokoh utama. Awal episode Hyun Bin sebagai Jin Woo masih terlihat segar bugar hingga episode selanjutnya setelah masalah datang ia terlihat frustasi, mengelilingi Alhambra sendiri, semua tergambar dalam tatapan dalam dan tajam Jin Woo.

Tatapan yang berbicara
Tatapan nanar saat dikejar KNP Hyung Suk dan dianggap gila
kesakitan pasca ditusuk kunci surga oleh Emma

Tangisan pecah Park Shin Hye dalam memainkan Jung Hye Joo juga tak kalah bikin baper. Gimana enggak, cobaan datang bertubi-tubi sejak ia ditinggalkan adiknya dan ikut masuk dalam kehidupan Jin Woo. Apalagi waktu Sae Joo kembali, dengan polosnya ia bertanya, “apa yang terjadi dalam waktu setahun?”, Oh my tercabik perasaan Hye Joo mengingat kejadian demi kejadian rumit yang telah dilaluinya bersama Jin Woo. Park Shin Hye juga sepertinya berusaha keras dan dapat berbicara bahasa Spanyol dengan lancar dalam drama ini.

Berperan sebagai Emma pun ia juga mempesona. Dari ekspresi bahkan segi make up tiap episode nggak berubah. Make up artistnya pinter banget ya 🙂

Oh iya tips untuk klean cewek-cewek atau istri yang mau dating sama pacar atau suaminya, jangan lupa pakai lipstick dari Mamonde, biar cetar 😀

Aku juga suka liat akting para KNP yang sudah tewas dalam game kemudian bangkit lagi dengan ekspresi datar dan bersimbah darah.

serem liatnya

Kemunculan zombie-zombie di episode 10 juga bikin aku kaget karena emang serem banget.

Drama dengan setting Istana Alhambra yang kental dengan sejarahnya ini juga ikut membuat hatiku terpukau dengan keindahannya. Bahkan pikiran langsung melayang ke Granada 😀 (Sejarah Alhambra bisa dibaca di sini : Sejarah Keindahan Istana Alhambra). Meskipun dalam ceritanya ada yang menjadi kontroversi yaitu non muslim mempercayai bahwa Fatimah binti Muhammad SAW adalah pemegang kunci surga, kenyataannya dalam ajaran Islam tidak ada hal seperti itu. Lighting dan sudut pengambilan gambar yang pas dalam drama ini mendukung suasana hujan yang mencekam ditambah dengan KNP yang terus meneror Jin Woo sepanjang hidupnya.

Pesan Tersirat

Ada banyak pesan tersirat yang disampaikan dalam drama ini. Berikut pesan tersiratnya menurut saya :

  • Kepercayaan itu mahal harganya. Sebagai seseorang yang dikhianati oleh sahabat sendiri, pasti sakit dan nyesek banget rasanya bahkan sampai pasangannya pun ikut diembat, kalau dalam istilah gaul sekarang, pebinor, perebut bini orang.
  • Keserakahan yang memusnahkan. Diawali oleh keegoan Jin Woo yang benar-benar ingin melawan Cha Hyung Suk, sahabatnya sendiri, sehingga memicu dendam dalam hati Jin Woo. Begitupun dengan Dr. Cha, ingin memusnahkan semua yang dianggap mengganggunya termasuk Jin Woo, bahkan sampai akhir hayatnya pun masih tak ingin dinyatakan kalau dia sebenarnya bersalah dalam kasus Jin Woo karena memberikan pernyataan palsu.
  • Cinta dewasa tak harus dengan ‘I Love You’ dan kissing berlebihan. Seperti yang aku tulis di awal, bahwa genre thriller kayak gini, romance nya itu cuma bumbu penyedap aja biar nggak anyep. Tapi aku lebih suka yang gitu 😀 Scene Jin Woo-Hye Juu memang hanya sebatas dua kali kissing scene, tapi itu dalem banget Ya Allah… Kehadiran Hye Juu yang selalu berada di samping Jin Woo saat dalam keterpurukan, akhirnya mengembalikan kepercayaan diri Jin Woo untuk kembali melanjutkan hidup meskipun sulit. Bahkan mendekati episode terakhir pun masih ‘ditinggal’ Jin Woo dalam KNP selama setahun. Sakit Mas, sakit, tapi cinta…

Dari drama ini aku jadi banyak belajar juga tentang dunia game yang nggak pernah aku tau dan istilah-istilahnya seperti apa itu bug dan instance dungeon.

Begitulah review drama Memories of The Alhambra versiku. Kalau berbicara rating, udah bisa diliat dari keantusiasan warga netizen, bahkan sampai jadi trending topic di twitter. Sampai pasca tamat drama inipun, netter masih sibuk membahas drama ini.

Jadi gimana nih? Udah nonton drama ini belum? Kalau belum, silakan nonton, nikmatin sensasinya main game bareng Jin Woo dan siapin hati biar tidak kecewa 😀 yang udah pernah nonton yuk move on. Ada drama baru lain menanti 😀

Anggi,

Keep Calm and watching Kdrama

Stay at Home Mom, Love Poem Email : anggioctvn@gmail.com

2 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lewat ke baris perkakas