Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Review Film

Review : Brother of The Year 2018, Sweet Sibling Rivalry

Gimana rasanya punya kakak kandung slebor suka ngajak tengkar adiknya bahkan sampai adiknya mau nikah pun masih terjegal sandungan si kakak?

Satu lagi Film Thailand yang selalu mengaduk-aduk perasaan sampai luber dari Urassya, Sunny, dan Nickhun. Seperti biasa film Thailand selalu mengemas cerita sehari-hari dengan canda tawa namun penuh haru. Hal ini juga terjadi dalam Film yang tayang 2018 lalu ini.

Pemain dan Karakter

Sunny Suwanmethanont sebagai Chut, Kakak Jane yang slebor, ceroboh, tidak selalu dapat diandalkan dari adiknya dan usil banget sama adiknya. Chut sebenarnya ingin memiliki adik laki-laki tapi ternyata yang lahir perempuan. Jadilah ia mengajari adiknya dengan segala hal berbau laki-laki, menyukai komik Baseball bahkan mengajak adiknya bermain baseball. Chut memiliki panggilan kesayangan dari Jane, Miss V, saat pernah terluka waktu bermain baseball bersama adiknya.

Urassaya Superbund sebagai Jane, adik Chut yang perfeksionis dan cerdas bahkan lebih cerdas dari kakaknya. Layaknya selalu dianggap adik kecil oleh kakak, ia selalu dimanfaatkan oleh si kakak layaknya asisten rumah tangga. Mulai dari mencuci, mengepel, bahkan hingga ganti lampu. Alih-alih mendapat perhatian dari sang kakak, tapi lepas tanggung jawablah yang didapat. Suatu hari Jane mendapat beasiswa untuk kuliah ke Jepang dan meninggalkan Chut. Lalu ia kembali lagi ke Thailand setelah lulus.

Nickhun 2PM, sebagai Moji (Mochikawa Takahashi), seorang HRD perusahaan keturunan Thailand namun dibesarkan di Jepang. Ayahnya meninggal saat ia masih muda. Moji ini juga seorang rekan kerja Chut yang menjalin kasih dengan Jane. Namun restu terjegal sang kakak, Chut. Meski begitu ia setia sampai akhirnya bisa menikahi Jane dan tinggal di Jepang bersama Jane.

Cerita Singkat

Seperti judulnya, Film Brother of The Year menceritakan kehidupan adik kakak yang berbeda sifat bahkan intelegensi. Chut merasa bahagia saat Jane memutuskan untuk melanjutkan pendidikan di Jepang. Ia senang karena tidak ada lagi yang mengganggu kehidupannya.

Drama baru dimulai saat Jane kembali ke Bangkok setelah 4 tahun. Konflik awal terjadi saat Jane diterima di perusahaan Moji, Shinkuru, perusahaan Jepang yang fokus pada produk sabun cuci sebagai manajer cabang. Ternyata Chut juga bekerja di Shinkuru sebagai Advertising dan mereka menjadi satu tim. Moji yang menaruh hati pada Jane. Namun ada satu kejadian ia dengan Chut, yang membuat Moji dipandang rendah oleh sang direktur. Moji terancam kembali ke Jepang dan memulai jabatan dari bawah lagi, serta Chut terancam dipecat. Suatu hari Moji melamar Jane. Jane bingung karena satu sisi ia memikirkan nasib kakaknya dan juga nasib pekerjaan Moji. Jane menolak lamaran Moji.

Moji memutuskan mengundurkan diri dari Shinkuru dan mencari pekerjaan lain. Moji mulai melamar Jane kembali dan merencanakan pernikahan dengan Jane. Namun terganjal oleh restu sang kakak, Chut. Ia merasa bahwa Jane telah membuat pekerjaannya berantakan karena ulah Jane yang menandatangani surat pemecatan Chut. Sejak saat itu Chut terus mengalami masalah mulai dari kisahnya dengan Dear, teman kantornya yang bertepuk sebelah tangan, hingga masalah kantor. Jane terus memikirkan nasib kakaknya. Hingga menjelang pernikahan Jane, Chut terus membuat masalah.

Review

Film ini menyajikan cerita konflik sederhana dan relate dalam kehidupan sehari-hari dalam dunia kakak-beradik. Awal cerita penonton disuguhkan dengan adegan lucu dari masa lalu Chut dan Jane, khas film Thailand dan memang bikin tertawa untuk menguatkan cerita. Namun perlahan konflik terus bermunculan sampai saya pun merasakan bagaimana stress nya si adik menghadapi kakak yang suka melakukan hal dengan suka-suka bahkan tidak bertanggungjawab. Bagaimana stressnya si kakak yang punya adik malah lebih cekatan dan bisa diandalkan daripada si kakak. Apalagi waktu sekolah, si ibu selalu membandingkan nilai ulangan kakak dengan adik. Saya sendiri jadi ngebayangin, gimana kalau punya kakak laki kayak gitu nyebelinnya 😀

Meski ada beberapa cerita yang sepertinya miss dan ada yang mubazir menurut saya sih. Misal cerita Jane dengan Moji yang memang hanya pelengkap saja, cerita romansa kurang kuat meskipun ada romantisnya juga. Adegan Chut yang melihat-lihat kenangan komiknya dengan si adik di rumah itu terasa membosankan bagi saya. Saya juga sebel sama si Chut nggak pernah nengokin adiknya ke Jepang, sampai anak adiknya nambah jadi dua.

dikira cowok, dipanggil John 😀

panggilan ‘sayang’
ini gimana beresinnya ??
ini gimana punya kakak kayak gini coba??? xD
sweet bangeeeet mas Nickhun

Sampai menuju ending udah nggak ada scene mereka bertengkar sih. Mungkin mereka sudah pada dewasa yaaa… 🙂

saya nangis juga 🙁

Pesan Moral

Pesan intrinsik yang dapat ditangkap dalam film ini adalah :

  • Biarpun terhalang restu kakak bahkan sampai pindah pekerjaan, namanya cinta harus dipertahankan dan berjuang.
jadi baper mas :’)
  • Punya saudara sekandung meskipun se-menyebalkan kayak gimana pun, saudara tetap saudara.

  • Yang terpenting juga adalah komunikasi. Mau kakak gimana, mau adik apa, biar nggak saling salah paham.
jangan sedih bang 🙁

Film ini diperankan dengan baik dan manis oleh para pemain sehingga penonton bisa ikut terkuras air mata. Cerita ringan ini layak ditonton bersama keluarga 🙂

Film : Brother of The Year

Genre : Family/Comedy/Romance

Tanggal rilis : 1 Agustus 2018 (Indonesia)

Durasi : 2 jam 4 menit

Sutradara : Witthaya Thongyooyong

Rate : 4/5

Anggi,

Bontang, Januari 2019

Stay at Home Mom, Love Poem Email : anggioctvn@gmail.com

4 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lewat ke baris perkakas