NHW #2 – Indikator Bahagia

Ketika istri bertanya kepada suami, apakah istrinya sudah membuat dirinya bahagia. Suami hanya menjawab dengan senyum. Senyumnya yang dikulum.

Menyadari hidup teratur itu memang harus dipupuk, saya sudah mulai menulis goals dan target di bulan Januari lalu dalam catatan buku journal saya, meskipun dalam perjalanannya tidak semua target dipenuhi begitu saja. Sungguh, konsisten itu sulit dan butuh usaha untuk mencapainya.

Dalam materi kelas matrikulasi Ibu Profesional kali ini, seperti ‘menyentil’ saya untuk kembali menyusun target dan goals yang akan saya capai bulan ini. Ternyata menjadi seorang perempuan yang juga merangkap menjadi istri dan seorang ibu juga butuh ‘planner’ agar tujuan visi dan misi keluarga dapat dijalani dengan baik. Biar hidup tidak rumit seperti judul sinetron layar kaca.

Ribed dah kwkw. Sumber inetdetik

Saya kembali menyusun ulang target saya di bulan Februari ini. Saya bagi menjadi beberapa chart yaitu harian, mingguan, dan bulanan sebagai seorang individu yang feminis, sebagai istri dan seorang ibu.

Saya sebagai Individu

Untuk goal sebagai individu saya banyak menargetkan pada perbaikan diri/self improvement dalam perjalanan ibadah saya. Target mingguan dan bulanan saya juga fokus pada pengembangan blog saya. Saya menargetkan untuk memposting blog seminggu 3 kali dan mereview peningkatan jumlah viewer serta DA/PA blog saya. Page Authority dan juga Domain Authority minimal satu blog adalah 20/30. Saya juga tetap akan memantau perkembangan drama Korea karena itu adalah hobi saya. Udah nikah kok masih nonton drama korea? Bagi saya menikah itu yang berubah hanya status dan tetap harus menjadi diri sendiri 😀

Saya sebagai Istri

Sebagai istri saya banyak melakukan perbaikan di harian saya, untuk lebih merekatkan cinta dengan bahasa cinta kepada suami *eaaaa. Walaupun sebenarnya sudah banyak yang sudah saya lakukan, seperti menyiapkan kopi, give a hug, dll. Memberi pelukan minimal 20 detik bagi saya itu penting banget. Serius, nggak usah pakai gengsi buat nunjukin sayang untuk suami. Ndusel ya ndusel aja 😀 Pelukan itu menghilangkan sejenak penat melewati hari-hari lho. Peluk aja nggak usah pakai ngomong itu sudah adem di hati, apalagi peluknya sebelum bobo 😀

Saya tidak punya target mingguan/bulanan. Hanya family time aja sih, karena saya pikir setiap hari harus ada quality time termasuk peluk 20 detik. Ingat ya, peluk 20 detik. 😀

Saya sebagai Seorang Ibu

Goals saya untuk anak saya adalah berusaha mulai mengurangi penggunaan gadget dan screentime. Bulan Februari ini saya berencana untuk membelikannya permainan montessori atau busy book. Saya juga menargetkan bulan ini anak saya sudah bisa disapih dan bisa sukses toilet training setelah bulan Januari lalu belum berhasil. Namun saya tidak memaksa kemampuan anak saya, biarlah menjadi fitrahnya sendiri. Terpenting adalah selalu sounding untuk berhenti asi dan tidak memakai pampie lagi. Target mingguan saya hanya menerapkan family time bersama ayahnya untuk meningkatkan bondingnya dengan ayah. Anak saya baru saja menginjak usia 2 tahun, jadi saya belum memiliki banyak target khusus untuk anak saya. Saya ingin dia tumbuh dan berkembang sesuai kemampuannya 🙂

Gratetitude Journal

Berhubungan dengan ilmu syukur yang sudah saya tuliskan di NHW#1, bulan ini saya ingin menuliskan dan mengungkapkan rasa terimakasih saya di journal pribadi saya kepada hal yang telah saya lewati. Hal ini membantu mempertajam pikiran positif saya agar selalu bisa mengambil hikmah dari setiap kejadian. Agar semua tidak dianggap sia-sia. Karena Allah juga sudah menuliskan semua cerita anak Adam di Lauhul Mahfudz bukan tanpa sebab, tapi agar dapat kita petik pelajaran.

Berakhirlah tulisan ini pada pergumulan saya dalam gejolak batin saya. Apakah suami saya juga sudah membuat saya bahagia? Saya belum bahkan tidak mampu menjawabnya. Bagi saya kebahagiaan tak dapat diukur dari indikator semata. Bahagia itu adalah wujud tak kasat mata yang tumbuh dari dalam sanubari dan rasa penuh syukur. Goals yang tersusun adalah ‘bahan bakar’ yang akan terus dihidupkan sepanjang ‘kapal’ rumah tangga ini berlayar, sejauh hamparan waktu. Sejatinya semua tujuan dan makna dari hidup ini adalah untuk bekal kembali kepada-Nya. Wallahua’lam bishawab.

**tulisan ini untuk memenuhi tugas Nice Homework kedua dari Kelas Ibu Profesional***

Anggi,

I love me

One Reply to “NHW #2 – Indikator Bahagia”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.