Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Marriage Life

Yang Terlupa Dalam Mempersiapkan Pernikahan

Banyak orang terfokus pada mewahnya gedung, indahnya gaun pesta pernikahan, padahal menikah tak sekedar gemerlap pesta semalam semata. Pernikahan adalah ibadah terpanjang dan dilakukan dengan penuh kesadaran yang akan diminta pertanggungjawaban oleh Nya kelak. Lalu apa biasanya yang terlupakan dalam mempersiapkan pernikahan ?

Selesai dengan Diri Sendiri

Menikah butuh persiapan mental yang dewasa. Maksud selesai dengan diri sendiri adalah menurut saya sudah bersungguh-sungguh untuk membangun rumah tangga dan tidak egois sehingga mementingkan diri sendiri.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah pola pengasuhan dari orang tua di masa lalu karena dari pendidikan di masa lalu itulah yang mencetak pribadi kita yang sekarang. Tak jarang bahkan dari masa lalu itu terbayang mengikuti pada saat dewasa, menikah dan memiliki anak. Kondisi ini sering disebut dengan inner child.

Kepribadian seseorang ditentukan oleh 80% pengaruh lingkungan serta 20% sifat-sifat yang diturunkan secara genetis. Inner child merupakan bagian dari kepribadian seseorang yang dipengaruhi oleh masa kecilnya. Setiap kejadian atau pola asuh yang digunakan untuk membimbing anak-anak akan mempengaruhi pembentukan kepribadiannya. Maka berangkat dari masa lalu itulah banyak pengasuhan pada anak generasi selanjutnya yang ‘berulang’ dan jalan di tempat. Contoh, zaman dulu kecil kita sering dipukul sama orangtua, didikan orangtua keras seperti militer, nah saat punya anak nanti secara tidak sengaja kita terbayangi oleh pendidikan orang tua kita terhadap kita, bahkan bisa saja merasa seperti trauma. Padahal mendidik anak tidak dapat dipukul rata karena mendidik anak butuh ilmu.

Bagaimana cara menghilangkan inner child agar tidak terulang? Maafkan. Maafkan kesalahan orangtua di masa lalu kita dan kita berjanji pada diri sendiri agar tidak mendidik anak dengan pola asuh yang salah. Bisa juga dengan melakukan self healing. Mengenai self healing ini bisa dikonsultasikan langsung kepada psikolog ya 🙂

Persiapan Ilmu Pernikahan

Mengingat bahwa pernikahan adalah ibadah terpanjang, maka mengerti ilmu agama terutama mengenai ilmu pernikahan adalah sebuah pondasi utama yang harus dipersiapkan sebelum menikah. Sudah banyak buku bacaan mengenai ilmu pra nikah atau bisa juga mengikuti seminar pra nikah. Sungguh Islam adalah agama sempurna dalam mengatur hidup manusia. Mulai dari aturan memberi mahar, walimatul ursy, hingga hukum-hukum menikah. Dalam pra nikah juga yang harus dipersiapkan adalah mengetahui doa dan adab sebelum dan sesudah berhubungan, dengan harapan syaitan tidak ikut serta dalam berhubungan intim tersebut.

Persiapan Spiritual

Baiknya dalam kondisi apapun kita selalu mengingat Allah. Sebelum jodoh datang pun kita meminta agar kita dipertemukan dengan calon pendamping yang sesuai dengan syariat Islam salah satunya adalah yang paham agama. Demikian bila pinangan telah datang, teruslah bergantung pada Allah agar Allah tetap menjaga dari perbuatan maksiat yang malah membuat diri tergelincir. Nauzubillah. Perbanyak juga berkumpul dengan orang sholeh, seperti mengikuti kajian insya Allah membuat diri selalu mengingat Allah.

Visi dan Misi

Visi dan misi juga harus dipikirkan sebelum melaju ke jenjang pernikahan. Visi dan misi sebaiknya didiskusikan bersama calon pasangan agar tidak terjadi permasalahan”ketidakcocokan” dalam perjalanan rumah tangga. Visi dan misi seperti apa yang ingin kalian bawa dalam komunitas kecilmu bernama keluarga ini? Misal, bolehkah istri tetap berkarya di luar rumah, childfree atau childhave, lalu cita-cita apa yang ingin dibangun, seperti Gen Halilintar memiliki visi dan misi menjadi keluarga pengusaha. Kemudian bagaimana pola pengasuhan anak jika pasangan ingin punya anak.

Visi dan misi yang dibangun atas nama Allah dan dengan niat beribadah kepada Allah, insya Allah akan membawa keluarga menjadi sakinah, mawaddah, warrahmah.

Finansial

Ini juga nggak kalah penting dalam menjalani bahtera rumah tangga. Bagaimana pengaturan pos-pos finansial yang harus diterapkan. Lagi-lagi semua harus berdasarkan dengan ilmu. Dalam Islam, suami wajib memenuhi kebutuhan ibunya seperti hadis Rasul :

Diriwayatkan bahwa Aisyah Ra bertanya kepada Rasulullah Saw, ”Siapakah yang berhak terhadap seorang wanita?” Rasulullah menjawab, “Suaminya” (apabila sudah menikah). Aisyah Ra bertanya lagi, ”Siapakah yang berhak terhadap seorang laki-laki?” Rasulullah menjawab, “Ibunya” (HR. Muslim)

Persiapan Psikologi

Dalam proses menuju pernikahan banyak ditemukan gejala pre wedding syndrome yang dirasakan mempelai wanita. Pre wedding syndrome adalah gejala kecemasan dan perasaan tak menentu yang dihadapi oleh calon pengantin menjelang hari pernikahan. Hal-hal yang terpikirkan menjelang pernikahan adalah munculnya keraguan bahwa benarkah ia akan menjadi jodohku? 🙂

Seperti pengalaman saya saat pra nikah kemarin, juga seperti ada perasaan keraguan tiba-tiba menyelinap dalam dada kepada calon suami saya saat itu 😀 Itulah mengapa pentingnya persiapan spiritual agar tetap memohon kepada Allah dan pasrahkan jodoh kita pada Allah.

Tidak hanya pra nikah, setelah menikah pun juga akan ada kerikil kecil dalam manisnya bulan madu pertama. Hal ini jarang sekali ditampakkan oleh orang lain, di mana kita mulai beradaptasi dengan kebiasaan sehari-hari pasangan kita yang berbeda dengan kita. Dari sini juga perlu persiapan psikologis agar tetap selalu menerima kebiasaan pasangan yang akan menjadi teman hidup selama-lamanya. Suamimu bukan Nabi dan Istrimu bukan Khadijah, seperti syair berikut ini :

(Sebuah Syair Renungan Singkat Bagi Laki-laki)

Istri yang kamu nikahi, Tidaklah semulia Khadijah,
Tidaklah setaqwa Aisyah, Pun tidak setabah Fatimah.

Justru Istri hanyalah wanita akhir zaman,
Yang punya cita-cita, Menjadi solehah…

Pernikahan atau perkawinan, Mengajar kita kewajiban bersama.

Istri menjadi tanah, kamu langit penaungnya,
Istri ladang tanaman, kamu pemagarnya,
Istri kiasan ternakan, kamu gembalanya,
Istri adalah murid, kamu mursyidnya,
Istri bagaikan anak kecil, kamu tempat bermanjanya.

Saat Istri menjadi madu, kamu teguklah sepuasnya,
Seketika Istri menjadi racun, kamulah penawar bisanya,
Seandainya Istri tulang yang bengkok, berhatilah meluruskannya.

Pernikahan atau perkawinan, Menginsyafkan kita perlunya iman dan taqwa.

Untuk belajar meniti sabar dan ridha Allah Swt.,
Karena memiliki Isteri yang tak sehebat mana,
Justru kamu akan tersentak dari alpa,
Kamu bukanlah Rasulullah,
Pun bukanlah Sayyidina Ali Karamallahhuwajhah,
Cuma suami akhir zaman, Yang berusaha menjadi soleh…

(Sebuah Syair Renungan Singkat Bagi Wanita)

Pernikahan atau perkawinan, Membuka tabir rahasia.

Suami yang menikahi kamu, Tidaklah semulia Muhammad Saw.,
Tidaklah setaqwa Ibrahim, Pun tidak setabah Ayyub,
Atau pun segagah Musa, Apalagi setampan Yusuf.

Justru suamimu hanyalah pria akhir zaman,
Yang punya cita-cita, Membangun keturunan yang soleh …….

Pernikahan atau perkawinan, Mengajar kita kewajiban bersama.

Suami menjadi pelindung, kamu penghuninya,
Suami adalah nahkoda kapal, kamu navigatornya,
Suami bagaikan balita yang nakal,
kamu adalah penuntun kenakalannya,

Saat Suami menjadi raja, kamu nikmati anggur singgasananya,
Seketika Suami menjadi bisa, kamulah penawar obatnya,
Seandainya Suami masinis yang lancang,
sabarlah memperingatkannya..

Pernikahan ataupun Perkawinan,
Mengajarkan kita perlunya iman dan takwa,
Untuk belajar meniti sabar dan ridha Allah Swt.,
Karena memiliki suami yang tak segagah mana,

Justru Kamu akan tersentak dari alpa,
Kamu bukanlah Khadijah,
yang begitu sempurna di dalam menjaga,
Pun bukanlah Hajar, yang begitu setia dalam sengsara,
Cuma wanita akhir zaman, Yang berusaha menjadi solehah…..

Untuk teman-teman yang baru menikah:

“Barokallahu laka wa baroka alaih wa Jama’a bainakuma fii khoir, amiin.”

Artinya : Mudah-mudahan Allah memberkahimu, baik ketika senang maupun susah, dan selalu mengumpulkan kamu berdua pada kebaikan. (HR. Abu Daud, Tirmidzi dan Ibnu Majah)

(Puisi karya Enggar Tri W)

Anggi-

Sumber :

mustaghfirinrabbani.blogspot.com/2011/10/syair-renungan-untuk-suami-dan-istri.html?m=1

https://kawaiibeautyjapan.com/article/2405/penting-kenali-inner-child-pasangan-sebelum-menikahinya

Jangan pernah takut menikah

Anggi

Stay at Home Mom, Love Poem Email : anggioctvn@gmail.com

2 Comments

  • Yani

    Memang persiapan pernikahan itu paling penting ya, setiap kali pengantin gak yang pria gak yg wanita sring sekalo dihantui perasaan cemas menjelang nikah. Dan sampe gak bisa tidur kalo udah cemasin sesuatu ya mba, saya waktu itu kalo gak konsul sama ug udah pengalaman rasanya pengen batalin aja pernikahan, suatu pemikiran yang ngaco deh waktu itu, pas sekarang mikir lagi, koq bisa2nya saya mikir sampe sejauh itu ya hehe, maaf curcol

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lewat ke baris perkakas