Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Kelas Ibu Profesional

NHW #5 – Desain Pembelajaran


Materi perkuliahan Institut Ibu Profesional kali ini adalah desain pembelajaran untuk keluarga terutama anak. Alhamdulillah saya memiliki background keguruan sehingga saya mencoba mengimplementasikan ilmu mendidik pada anak saya sendiri.

Desain bermakna adanya keseluruhan, struktur, kerangka atau outline, dan urutan atau sistematika kegiatan (Gagnon dan Collay, 2001). Selain itu, kata desain juga dapat diartikan sebagai proses perencanaan yang sistematika yang dilakukan sebelum tindakan pengembangan atau pelaksanaan sebuah kegiatan (Smith dan Ragan, 1993, p. 4). Sedangkan desain pembelajaran adalah kisi-kisi dari penerapan teori belajar dan pembalajaran untuk memfasilitasi proses belajar seseorang (Reigeluth, 1983). Desain pembelajaran juga diartikan sebagai proses merumuskan tujuan, strategi, teknik, dan media.

Desain pembelajaran untuk orang tua 

  • Mengucap Syukur

Sesuai dengan jurusan yang kami pilih, jurusan ilmu syukur, maka yang kami lakukan pertama kali adalah selalu mengucap syukur dalam setiap sujud-sujud kami, meskipun dalam keadaan menghimpit.

  • Menimba Ilmu

Sebagai orangtua kami juga harus terus mencari ilmu yang dibutuhkan untuk mendidik anak terutama ilmu parenting dan ilmu mengenai pengembangan diri seperti ilmu manajemen emosi, ilmu kelekatan anak, dan ilmu agama.

  • Mencari Potensi Anak

Kami juga menggali potensi anak agar dapat mengambil strategi belajar dengan menaikkan gunung bukan meratakan lembah, yakni dengan menggali potensi, hobi, passion, kelebihan dan kecintaan anak terhadap hal-hal yang ia minati sehingga kami sebagai orangtua dapat mendukungnya semaksimal mungkin.

  • Formula 3K

Mengambil dari buku parenting, “Happy Book for Happy Parents” yang ditulis oleh seorang psikolog, Aisya Yuhanida Noor, ia menjelaskan secara gamblang tentang formula 3k ini yakni orangtua dapat mengenali diri sendiri, mengelola emosi dan membangun kelekatan emosi pada anak. Salah satu cara untuk meredam emosi adalah dengan selalu berlatih inhale-exhale (stop, tarik napas, hitung sampai 10 dan hembuskan perlahan). Terkadang saya agak menjauh dari anak saya sebentar seperti pergi ke kamar tidur atau kamar mandi dan menutup pintu melakukan inhale-exhale sebentar di sana agar emosi tidak tertular ke anak.

Desain Pembelajaran untuk Anak

Dalam desain pembelajaran untuk anak saya, saya menerapkan model ADDIE. Model ADDIE adalah salah satu model desain sistem pembelajaran yang memperlihatkan tahapan-tahapan dasar sistem pembelajaran yang sederhana dan mudah dipelajari. Model ini terdiri dari lima fase atau tahap utama, yaitu: Analysis (Analisis), Design (Desain), Development (Pengembangan), Implementation (Implementasi), dan Evaluation (Evaluasi).

ANALISIS

Dalam analisis ini dapat dilihat dari usia, latar belakang, atau minat dari anak. Anak saya berusia 2 tahun saat ini sehingga kami sebagai orangtua berperan sebagai pemandu. Saya mencoba mencari potensi dari anak saya dilihat dari karakter kepribadiannya melalui mesin kecerdasannya. Pada bulan Desember 2018 lalu saya sempat membawa anak saya tes Stifin, dan ternyata anak saya memiliki kepribadian dengan mesin kecerdasaan Feeling Extrovert (Fe).

Tipe Fe ini memiliki kelebihan terletak pada perasaan dan penuh cinta. Anak tipe Fe memiliki kemampuan sosial yang melebihi delapan jenis kepribadian yang lain. Tipe Fe bahkan mampu menjaga perasaan dan berempati lebih baik dari orang lain. Selain itu, tipe Fe umumnya seperti memiliki kadar cinta yang lebih banyak, baik untuk mencintai ataupun dicintai. Tipe Fe didominasi oleh unsur-unsur yang membutuhkan keterlibatan emosi (termasuk kemampuan berkomunikasi dari hati ke hati).

Saya melihat diri anak saya memang tipikal anak yang bersahabat dan mampu bersosialisasi dengan baik. Dia cepat beradaptasi dengan lingkungan baru dan ramah dengan banyak orang, meskipun kadang ada anak yang disapa tidak menerima kehadirannya namun dia selalu berusaha mendekat dan mengajak berteman. Anak saya juga suka sekali dengan pujian. Dia suka ditemani bermain dan sangat mudah meniru, karena dasarnya tipe Fe ini memang seperti sponge yang mudah menyerap segala informasi bahkan tipe Fe ini dapat menjadi pendengar yang baik dan peduli dengan orang lain. Terbukti saat saya bermain ‘pura-pura’ nangis, anak saya tiba-tiba memeluk saya dan mengambil tissue. How so sweet you are 🙂

Desain

Desain pembelajaran saya menggunakan strategi berbasis fitrah menurut Ustadz Harry Santosa, agar anak tumbuh sesuai apa yang Allah hendaki.

  • Fitrah Keimanan

Sesuai dengan misi keluarga saya yakni menciptakan generasi Qurani, maka untuk menumbuhkan keimanan, maka strategi kami :

-membacakannya surat 3 Qul dan Ayat Kursi saat tidur dan meniup ubun-ubunnya

-‘mengajak’ anak sholat dengan sholat di dekatnya,

-sumringah ketika adzan berkumandang dan mengajaknya berdoa,

-anak didengarkan murottal Al Qur’an,

-anak dibacakan buku-buku mengenal Allah, Kisah 25 Nabi dan Rasul, Tokoh Ilmuwan Muslim, Buku Fiqih Anak, dll.

  • Fitrah Bakat

Anak saya senang berinteraksi dengan lingkungan luar, jadi kami mencoba untuk melibatkannya dalam kegiatan outdoor, seperti bermain di playground dan olahraga, dan melibatkan permainan fisik seperti montessori.

  • Fitrah Belajar dan Bernalar

Dalam periode usia 0-8 tahun orangtua masih sebagai pemandu, sehingga dalam proses belajar dan bernalar, kami menyemangati dalam setiap kegiatannya dengan memberi pujian dan dorongan. Kami juga mengajaknya bermain permainan imajinatif seperti kuda-kudaan, dokter-dokteran, kereta-keretaan serta mengajarinya untuk sayang binatang dengan mengajaknya ke kebun binatang mini di Lembah Asri Bontang untuk sekedar memberi makan binatang-binatang yang ada di sana.

  • Fitrah Seksualitas

Fitrah seksualitas adalah bagaimana seseorang bersikap, berfikir, bertindak sesuai dengan gendernya. Inti mendidik fitrah seksualitas adalah terbangunnya attachment (kelekatan) serta suplai ke ayahan dan suplai keibuan.

Usia 0-2 tahun – merawat kelekatan (attachment) awal. Anak lelaki atau anak perempuan didekatkan kepada ibunya karena ada masa menyusui. Ini tahap membangun kelekatan dan cinta.

Usia 3-6 tahun – menguatkan konsep diri berupa identitas gender. Anak lelaki dan anak perempuan di dekatkan kepada ayah dan ibunya secara bersama.

Alhamdulillah selama saya membesarkan anak saya, saya selalu bertukar “shift” dengan suami saya, misal suami berangkat kerja, saya yang mengurusnya, ketika suami pulang kerja maka secara bergantian ia mengajak anak bermain, sehingga kelekatan ayah pada anak tidak terputus.

  • Fitrah Bahasa

Dalam berbahasa, kami mengajari perkataan yang baik dan benar dengan tidak mencadelkan kata. Usia 2 tahun ini kosa kata anak saya masih sedikit, sehingga kami selalu mengajaknya bermain flashcard untuk mengasah kemampuannya dalam berbicara.

  • Fitrah Perkembangan sebelum Aqil Baligh

Dalam tumbuh kembangnya, kami membebaskan anak mengeksplore dirinya dan tidak banyak larangan, hanya berpesan “hati-hati” atau “pelan-pelan”. Kami juga mengajari tentang ilmu pembentukan karakter lainnya seperti ilmu disiplin dengan menyikat gigi sendiri, melepas sepatu atau sandal sendiri sesuai dengan kemampuan di usianya.

  • Fitrah individual dan sosial

Seperti yang telah saya ulas, bahwa anak tipe Fe seperti anak saya memiliki kekuatan dalam bersosialisasi, sehingga kami selalu berusaha untuk mengajaknya untuk bertemu dengan banyak orang karena memang dari situlah ‘energi’ nya tumbuh.

  • Fitrah Fisik dan Indera

Saya sebagai ibu selalu berusaha menjaga asupan gizi anak saya agar sehat dan cukup. Kami sebagai orang tua juga selalu memberi kata-kata positif untuk anak kami, dengan kata-kata membahagiakan dan terdengar berbunga-bunga baginya, tidak meremehkannya dan berusaha mencoba mengurangi emosi saat marah.

DEVELOPMENT

Dalam development ini saya mencoba mengembangkan bahan ajar yaitu bahan-bahan permainan montessori yang mudah ditemukan. Jenis permainan montessori bisa dicari di Pinterest atau platform lain disesuaikan dengan kemampuan anak.

IMPLEMENTASI DESAIN

Untuk mengimplementasikan desain dan strategi pembelajaran yang saya buat, saya mencoba juga menuliskannya di journal mingguan permainan untuk anak :

contoh journal montessori

EVALUASI

Setelah anak melakukan berbagai macam permainan montessori, maka saya menuliskan hasilnya pada portofolio untuk melakukan evaluasi, untuk mengetahui mana yang disuka atau tidak disuka anak.

contoh portofolio

Semoga Allah selalu memudahkan kami dalam mendidik anak kami.

Sumber :

www.tropicalpopsiclestore.com/mencatat-keunikan-anak/

Materi Pdf Ibu Profesional Nice Home Work 5

Buku Happy Book for Happy Parents, Aisya Yuhanida Noor, 2016

Stay at Home Mom, Love Poem Email : anggioctvn@gmail.com

One Comment

  • Bunda Erysha (yenisovia.com)

    Masya Allah Bun detail sekali. Saya juga melakukan hal sama pada anak dan menstimulasinya dengan berbagai aspek. Tapi nggak pernah ditulis kayak gini. Inilah jeleknya saya. Semua dilakukan di luar kepala. Aduh…aduhhhh. Baca ini jadi mengingatkan saya dengan ilmu waktu kuliah pendidikan dan di waktu ngajar juga. Terima kasih sudah mengingatkan 🙏

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lewat ke baris perkakas