Oleh-oleh Seminar Parenting “Melejitkan Potensi Anak Berbasis Genetik”

Hari Minggu 10 Maret 2019 kemarin saya menghadiri seminar parenting yang diadakan oleh tim Stifin Malang dengan Bunda Ana (Asriana Kibtiyah) seorang doktor psikolog dan juga motivator sebagai pembicaranya.

Profil Bunda Ana

Acara diawali dengan perkenalan profil Bunda Ana. Wanita bernama lengkap Asriana Kibtiyah ini merampungkan pendidikan hingga S3. Beliau mengambil jurusan S1 pendidikan Kimia, S2 pendidikan agama Islam, S3 psikologi (kalau saya tidak salah ingat ya). Beliau menceritakan profil keluarga yaitu anak-anak beliau yang sukses dalam berbagai bidang. Beliau juga menceritakan kisah masa kecil beliau yang mengalami lika-liku. Yang bikin saya takjub ternyata beliau juga korban bullying di sekolah. Akibat tindakan bullying oleh temannya di sekolah, akhirnya beliau menjadi “pendendam” dalam arti dendam yang positif. Beliau mengenyam pendidikan hingga bergelar Doktor sedangkan teman yang membully tidak melampaui dirinya. Dalam seminar kali ini beliau juga banyak berbagi tentang cara mendidik anak-anaknya berdasarkan mesin kecerdasannya. Bunda Ana juga telah menerbitkan buku tentang “Menjadi Orangtua” yang terbit 2018 lalu.

Sekilas Materi

Materi seminar dibuka dengan tagline buku Menjadi Orangtua : “Tak ada kesempatan kedua dalam mendidik anak”. Karena memang, banyak orang tua lebih memilih seminar bisnis karena seminar parenting dampaknya tidak langsung terlihat. Sedangkan “mencari uang” bisa dilihat dalam jangka pendek. Waktu tidak akan kembali dan uang akan habis.

“Pola asuh yang tidak efektif membuatnya tidak dapat hidup di dunia nyata,” menurut penuturan Bunda Ana. Banyak anak berbakat tapi menjadi tidak sukses bisa jadi karena orang tua salah asuh. Orang tua terlalu fokus pada kekurangan anak dan bukan pada kelebihannya.

“Setiap manusia terlahir dengan potensi genetik, dan akan ada satu potensi genetik yang lebih dominan. Potensi yang lebih dominan inilah yang akan menjadi ‘leader’ bagi potensi lainnya,” lanjut Bunda Ana. Dalam keluarga pun sejatinya memiliki parent leader yang memiliki kesempatan waktu dan perhatian yang besar dalam mengasuh anak.

Sebenernya apa sih Stifin itu?? Tes STIFIn adalah tes yang dilakukan dengan cara menscan kesepuluh ujung jari anda (mengambil waktu tidak lebih dari satu menit). Sidik jari yang membawa informasi tentang komposisi susunan syaraf tersebut kemudian dianalisa dan dihubungkan dengan belahan otak tertentu yang dominan berperan sebagai sistem-operasi dan sekaligus menjadi mesin kecerdasan seseorang. Mesin Kecerdasan hasil Tes STIFIn nantinya ada 5 yaitu Sensing, Thinking, Intuiting, Feeling dan Insting disingkat dengan STIFIn.

Kenapa Stifin?? Pengalaman para orang dewasa mengatakan terlalu banyak ‘biaya kebodohan’ dengan terlalu banyak melakukan uji coba dalam hidup ini. Tes Stifin ini adalah panduan untuk menghilangkan biaya kebodohan tersebut, sehingga kita tidak buang umur dan buang uang. Sejak awal kita sudah tahu mesti pergi kemana dan bagaimana cara terbaiknya.

Selain mengupas tentang konsep Mesin Kecerdasan, materi lain adalah tentang Bunda Ana yang mendidik ketiga anaknya yang memiliki tipe kecerdasan berbeda-beda. Peserta sangat antusias mendengarkan cerita Bunda Ana. Suasana selalu riuh karena cerita Bunda Ana yang mengalir ditambah dengan jokes masing-masing Mesin Kecerdasan sehingga para peserta yang sudah tau tentang Mesin kecerdasannya seperti ‘tersentil’ lalu tertawa karena memang ‘iya, gue banget ituhhh!!”.

Sedikit cerita, saya sebenarnya sudah lama tau tentang Stifin ini tapi baru mengikuti tes untuk anak saya di bulan Desember lalu dan menemukan anak saya memiliki tipe Feeling Extrovert yang memiliki kemistri pada Cinta dan kasih sayang besar. Sama dengan Bunda Ana, beliau ternyata tipe Feeling tp Fi, feeling introvert. Dalam hati saya berdoa semoga anak saya bisa sesukses Bunda Ana dan Farid Poniman yang bertipe Feeling juga, penemu Stifin dan motivator. Aaamiin. 😀

Seminar diakhiri dengan tanya jawab dari para peserta. Sayangnya kalau menurut saya waktunya kurang panjang. Dua jam kurang cukup kalau membahas tentang ilmu bergizi kayak gini. Akhirnya banyak materi yang dipotong-potong, sayang banget.

Tiket 125 ribu worth it banget untuk datang seminar Stifin ini. Ditambah bisa bawa pulang buku dari Stifin langsung seharga 75 ribu biar kita lebih tau tentang seluk beluk Stifin.

Oh iya saya pribadi malah belum tau Mesin kecerdasan saya apa karena belum ikut tes kwkwk. Saya fokus ke anak dulu karena mencoba memahami ritme dia. Mungkin next time saya akan coba tes kali ya biar nggak penasaran 😀

Bersama peserta

Jadi gimana nih Moms, tertarik untuk tes Stifin buat anak-anaknya?

Anggi

7 Replies to “Oleh-oleh Seminar Parenting “Melejitkan Potensi Anak Berbasis Genetik””

  1. setujuuu Bun, namanya menjadi orangtua, kita terusss belajar, termasuk mengenali potensi pada anak. Tes Stifin ini saya udah tau laamaa, tapi belum kesampaian ikut tesnya langsung. Dan saat ini juga banyak tes serupa yang membantu ortu untuk tau benar tentang apa minat anaknya Bun.

    ikut tes semacam ini, sama seperti saat kita investasi untuk bisnis, kalo bisnis dapet duitnya, kalo ke anak, artinya membangun track anak dengan arah yang tepat sesuai kemampuan anak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.