Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Kelas Ibu Profesional

NHW #7 – Menguak Potensi Diri

Materi perkuliahan ke 7 Kelas Ibu Profesional ini belajar tentang mengenali potensi diri dengan mengkonfirmasi dengan tools pemetaan bakat yang telah dibuat oleh para ahli. Salah satu tools yang dapat digunakan adalah www.temubakat.com, dengan penemunya adalah Abah Rama Royani yang penemuannya dikenal dengan talents mapping.

Tentang Talents Mapping dan Strength 30 (ST30)

Talents Mapping merupakan cara asesmen atau menilai dan menggali bakat (karateristik produktif) dan potensi kekuatan kita dengan tampilan hasil yang lengkap, mudah dipahami dan menarik. Cara ini bisa mengidentifikasi potensi kekuatan individu yang mencakup pengukuran dan pernyataan kekuatan diri (Personal Strengths Statement).

Talents Mapping awalnya dibuat berdasarkan `34 Tema Bakat` Donald Cliffton dari Gallup, berikut turunannya yang terdiri dari berbagai versi, baik individu, kelompok, maupun organisasi, sesuai dengan kebutuhan. Dengan Talents Mapping ini, diharapkan orang tak lagi fokus dengan kelemahannya dan cara mengatasinya, melainkan lebih melihat kepada kekuatan di dalam diri masing-masing. Sejalan dengan apa yang dikatakan Founder IIP, Ibu Septi, β€œMeninggikan gunung, bukan meratakan lembah”.

Sedangkan Strength 30 (ST 30) adalah satu bagian dari 5 bagian hasil Talents Mapping. Hasil ST 30 menyatakan personal brand kita, atau bisa disebut tipe peran. ST 30 dan Talents Mapping adalah alat bantu yang memudahkan kita menggambarkan kepribadian serta minat dan potensi produktif kita. Adapun tentang hasil ST 30 yang terdiri dari beberapa item (5 – 7 tipe peran).

30 bakat terkait peran masuk dalam 8 kelompok yaitu :

  • Interpersonal :

H – Headman – mempengaruhi orang

N – Networking – bekerjasama dengan orang

S – Servicing – melayani orang

  • Individual :

Gi – Generating idea (otak kanan/intuitif)

T – Thinking (otak kiri atas)

R – Reasoning (otak kiri bawah)

E – Elementary (motivasi diri inside)

Te – Technical (motivasi diri outside)

Dan semua bakat itu disingkat menjadi STRENGTH.

ST 30

Result

Talents mapping ini pada akhirnya mengingatkan saya pada perjalanan karir saya selama ini, apakah sudah sejalan dan cocok dengan bakat dan minat saya selama ini? Berikut hasil tes saya :

ANGGI PRAYOGA OCTAVIANI, anda adalah orang yang senang mengkomunikasikan sesuatu yang sederhana menjadi menarik , banyak ideanya baik yang belum pernah ada maupun dari pikiran lateralnya , senang mengkomunikasi ideanya , suka mengumpulkan berbagai informasi atau teratur , berpikiran strategic, senang mengkomnikasikan sesuatu, banyak idea dan senang menonjolkan kelebihan , senang memotivasi dengan berbagai cara ada yang melalui sifat periangnya ada yang melalui sifat empatinya ada juga karena selalu ingin memajukan orang lain , suka berhubungan dengan orang , baik utk mempengaruhi, bekerjasama atau melayani, dan bertanggung jawab , senang menggabung-gabung kan beberapa teori atau temuan menjadi suatu temuan baru.

Clue :

Lingkar merah adalah potensi kekuatan yang sangat Gue banget, score 5.

Lingkar kuning adalah potensi kekuatan sedang yang gue banget, score 4.

Lingkar putih, potensi netral alias biasa aja, score 3

Lingkar abu, potensi yang kurang gue banget, score 2

Lingkar hitam, bukan gue bangeeeet, score 1

Nah, dalam memilih peran/karir fokuskan diri kita pada kekuatan masing-masing (kalau bisa pada Typology berwarna merah atau sekurang-kurangnya kuning) dan hindarkan diri kita bekerja didaerah kelemahan (Typology berwarna hitam atau abu-abu).

Potensi Kekuatan dan Peran (Sangat Gue banget) Score 5

Jika dilihat dari potensi kekuatan, saya lebih banyak di dunia komunikasi seperti humas, jurnalis, guru, marketer, motivator dan semua hal yang tampil di depan publik. Tapi sejujurnya saya tidak terlalu suka dengan show off ke publik. Saya lebih suka di “belakang layar”. Namun bukan berarti tidak bisa. Hanya untuk kemampuan berbicara harus lebih banyak berlatih lagi.

Sehubungan dengan visi dan misi keluarga yaitu life skill, dalam hal bisnis/dagang saya lebih suka dengan strategi marketing seperti membuat logo atau desain iklan marketing dengan bahasa marketing yang mendayu dan persuasif ala saya hehe.

Dalam peran synthesizer, memang ada project yang ingin saya kembangkan yaitu rumah belajar. Entah nantinya akan berbentuk seperti kafe baca, kursus untuk anak-anak, atau mengaji untuk anak-anak. Banyak sekali ide yang ingin saya tuangkan untuk minat dan bakat saya di dunia literasi.

Potensi Kekuatan sedang yang Gue banget score 4

Saya memang terbiasa teratur, seimbang dengan karakter golongan darah A yang hidup dalam ‘kotak’ dan saya nggak bisa mendadak, semua hal harus direncakan dahulu dari A-Z πŸ˜€ tipikal emak rempong yang kalau jalan-jalan dalam kota aja kudu bawa ‘perlengkapan perang’ lengkap buat anak.

Bakat mengajar saya ada di kekuatan sedang. Saya kuliah di jurusan ilmu pendidikan dan saya masih perlu banyak melatih diri dalam menyampaikan ilmu di depan peserta didik, karena mengajar itu nggak gampang menurut saya.

Untuk keuangan dan data saat ini saya hanya mencatat jurnal pemasukan dan pengeluaran keuangan keluarga saja. Meskipun harus banyak belajar lagi karena banyak mengalami kebocoran dana wakaka

Potensi Kelemahan (BUKAN Gue banget!!) Score 1

Kelemahan saya beberapa menyangkut bagian produksi. Seperti yang telah dipaparkan, saya lebih suka dengan marketing saja hehe. Pengalaman saya berjualan, ya saya mengambil barang dari orang kemudian saya jual kembali (reseller). Saya tidak perlu repot untuk melakukan produksi atau QC pada produk. Saya lebih memilih untuk terima jadi hihi. Saya pribadi kurang telaten dengan keterampilan yang membutuhkan skill khusus dalam jangka waktu lama, misal baking. Kalau kue bantat dan nggak berhasil saya bisa cepet down dan malas untuk belajar lagi wakaka.

Kuadran Aktivitas

Dari talents mapping tersebut, kemudian dibagi menjadi kuadran aktivitas agar memunculkan mana kegiatan yang sangat produktif, mana yang hanya sebagai hobi dan mana kegiatan yang sia-sia. Seseorang berhasil dalam memanfaatkan bakat, potensi, kekuatan bila memiliki ciri 4E, ENJOY, EASY, EXCELLENT, EARN.

Kuadran 1 : Suka – Bisa

Dalam hal ini adalah hal yang sangat disukai dan produktif sehingga banyak mendatangkan manfaat (Enjoy, Easy, Excellent, Earn).

Seperti yang sudah saya sampaikan bahwa saya menyukai dunia kepenulisan dan literasi sejak remaja. Puisi, prosa, sajak, semua hal berbau sastra. Saya selalu merasa berbinar-binar mempelajarinya. Meskipun kadang sulit, tapi saya enjoy melakukannya. Dalam menulis saya juga bisa membagi motivasi dengan berbagi tips ala saya πŸ˜€

Saya mencoba memaksimalkan bakat dan passion saya di kuadran 1 ini. Saya juga suka berdagang dan sering repeat order, meskipun sekarang belum memulai lagi, tapi tetap saya suka banget πŸ˜€

Demikian juga dengan journaling, saya menyukai kerapihan dan keteraturan. Saya punya beberapa catatan khusus untuk jadwal harian dan rangkuman materi lain yang saya dapat entah dalam seminar offline atau online.

Kuadran 2 : Suka – Tidak Bisa (Hobi)

Kuadran ini berhubungan dengan hobi, yang kegiatannya disukai tetapi tidak produktif. (Enjoy, easy, excellent).

Kuadran ini saya isi dengan aktivitas yang sebenarnya banyak berhubungan dengan produksi. Contohnya seperti baking, menjahit, menyulam, fotografi, berkebun, menari, menyanyi, dll. Saya suka keindahan fotografi, tapi ketika ikut-ikutan membidik objek pun rasanya kayak belum dapat feel dari hasil jepretan. Sama seperti baking. Di mana ibu-ibu lain doyan baking bahkan sampai menjualnya, saya biasa aja. Saya suka dengan cake, tapi belajar membuat cakenya bolehlah sesekali.

Kuadran 3 : Tidak suka – bisa (Kompetensi)

Kuadran 3 berhubungan dengan kompetensi, kegiatan yang tidak disukai tapi bisa menghasilkan produktivitas. (easy, excellent, earn).

Dalam kegiatan rutin domestik rumah tangga, saya memasukkan kegiatan memasak, menyetrika baju dan mencuci piring dalam kuadran ini. Saya kurang suka hal itu, tapi saya bisa melakukannya terus-menerus meskipun sering juga kalau penat ya sudah didelegasikan saja misal setrika baju bisa dibawa laundry, memasak bisa beli di luar rumah, cuci piring minta tolong pak suami wekekek πŸ˜€

Kegiatan lain dalam kuadran ini adalah workout. Saya kurang suka olahraga tapi saya bisa. Saya mengatur jadwal workout di rumah. Kenapa saya pilih workout, karena kalori lebih banyak terbuang dan saya ingin lebih sehat. πŸ™‚

Ranah produktif dalam hal ini adalah tampil di depan publik. Saya memiliki latar belakang kuliah di keguruan ilmu pendidikan, tapi saya kurang suka mengajar. Aneh kan ? Haha. Terlihat dalam kemampuan educate saya tidak terlalu kuat dan hanya menjadi kekuatan sedang saya. Barangkali saya lebih cocok di dunia teknologi pendidikan, menyalurkan berbagai strategi atau desain pembelajaran, menuangkan ide kreatif dalam mengajar, membuat e-bulletin, misalnya. Tapi kalau memang terpaksa saya ngajar, ya sudah berangkat tidak apa-apa πŸ˜€ Dalam hal ini saya bisa merekrut relawan atau tenaga pengajar lain untuk mendukung terwujudnya rumah belajar yang saya cita-citakan.

Kuadran 4 : Tidak suka – tidak bisa

Kuadran 4 ini kategori kegiatan yang tidak disukai dan tidak bisa dilakukan. Hal ini berkaitan dengan hal yang sia-sia bila mempelajarinya.(Enjoy, Easy, Excellent, Earn).

Di kuadran ini saya mengisi hal yang benar-benar tidak saya sukai yaitu yang berhubungan dengan ilmu eksakta seperti ilmu menghitung (kecuali uang hahaha). Saya ingat sekali jaman saya sekolah dulu, ibu saya mendaftarkan saya les matematika. Uh, otak saya mbeletrek ikut menguap kwkwk! Yang ada sia-sia bayar guru les tapi hasilnya sampai sekarang nol besar wakaka. Saya lebih suka disuruh baca buku banyak daripada menghitung. Jadi, untuk dalam bakat minat sebagai creator, saya lebih memilih menjadi penulis dan tidak tertarik bahkan tidak bisa dalam berperan menjadi arsitek. Lha ngitung sudut aja nggak bisa πŸ˜€ Kekuatan saya terletak pada kemampuan verbal.

Kesimpulan :

Tes kekuatan minat dan bakat 90% cocok dengan diri saya. Kemampuan saya memang lebih banyak didominasi oleh otak kanan. Namun ada beberapa hal yang ternyata saya kompeten tapi saya tidak suka tapi bisa seperti tampil di depan publik. Saya butuh latihan agar lebih fasih.

Tes kekuatan minat dan bakat ternyata tidak hanya untuk mencari jurusan dalam pendidikan atau pekerjaan saja tetapi juga untuk mengaplikasikannya dalam hidup termasuk dalam berumah tangga. Dengan mengetahui minat, bakat dan peran diharapkan dapat bermanfaat bagi suami istri agar saling melengkapi dan saling mendukung dalam menjalani perannya untuk membina rumah tangga yang sakinah mawaddah dan warrahmah.

Saya akan lebih fokus pada kekuatan saya yaitu literasi. Saya menyukai hal-hal detail dan berteori. Saya lebih suka menuangkan ide saya dalam bentuk tulisan di berbagai sosial media, entah dalam blog atau dalam caption instagram, atau status di twitter. Terkadang saya suka memposting dengan caption yang menggugah dan memberi semangat ataupun juga dengan sedikit kritikan di sosial media. Setidaknya menghempaskan kenyinyiran dan kejulidan dalam bentuk positif hehe. Makanya, dalam komunitas ibu profesional ini saya selalu menunggu setiap materi dan tugasnya, karena saya sangat berbinar-binar dalam menuangkannya di blog πŸ™‚ Dengan kekuatan literasi saya, saya juga bisa membagi tentang cerita kehidupan di blog.

Saya juga bisa menggunakan bakat jurnaling saya dalam mencatat kegiatan anak saya, agar dapat mengetahui tumbuh kembangnya, mengevaluasi apa yang ia suka dan ia tidak suka serta minat dan bakat apa yang ia punya.

Berhubungan dengan visi misi keluarga saya yang ingin mempertajam life skill, saya akan mempelajari tentang ilmu bisnis kembali. Tentang bagaimana strategi marketing, dll.

Caretaker saya memang masuk dalam kategori netral, tidak lemah tapi juga tidak menjadi kekuatan unggul saya. Sebagai seorang ibu untuk anak saya, saya banyak dibantu suami saya untuk menyeimbangkan peran saya. Beliau lebih khawatir terhadap kondisi anak saat anak sakit atau rewel. Sedikit cerita saat anak saya rewel, suami saya cemas sekali dan menyarankan untuk dibawa ke dokter, sedangkan saya cuek aja, karena menurut saya anak rewel itu biasa hehe. Dan kalau anak sakit sedikit saja, yang sangat khawatir adalah suami saya melebihi saya sebagai ibunya.

Educate atau mendidik menjadi kekuatan sedang saya, tapi saya bisa menjadi motivator hebat untuk anak saya. Saya bisa berkomunikasi baik dengan anak saya dengan kalimat positif agar anak saya tumbuh menjadi anak yang percaya diri. Saya tidak pernah menakuti anak saya apalagi dengan nada ancaman. Bukti kecil anak saya tidak takut gelap di usianya yang baru 2 tahun πŸ˜€

Sebuah tag line menarik bertulisan: 

FOKUS PADA KEKUATAN DAN SIASATI KETERBATASAN

Fokus pada kekuatan berarti bahwa ke depan, luangkan waktu untuk belajar dan berlatih hanya pada aktivitas yang merupakan potensi kekuatan. Siasati keterbatasan berarti bahwa usahakan untuk mencari cara lain dalam mengatasi keterbatasan yang ada, bisa dengan cara menghindarinya, mendelegasikannya, bersinergi dengan orang lain ataupun menggunakan peralatan atau sistem. Seperti halnya bila kita tidak mampu melihat jauh karena keterbatasan mata yang minus, maka cukup diatasi dengan menggunakan kaca mata.

Gimana Moms, sudahkah kamu menemukan bakatmu? Yuk temukan minat dan bakat Moms! Tetap semangat, Moms!

Anggi

Sumber :

www.temubakat.com

Materi NHW 7 Matrikulasi IIP

Stay at Home Mom, Love Poem Email : anggioctvn@gmail.com

6 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lewat ke baris perkakas