Belajar dari Luna Maya

Sudah hampir sebulan lamanya publik dihidangkan oleh berita-berita sensasional para artis ibu kota, salah satunya adalah klaim cinta segitiga Syahrini, Reino Barrack dan Luna Maya hingga netizen terpecah menjadi dua kubu, kubu Syahreino vs mbak Bulan. Eitz tapi postingan ini bukan maksud saya untuk membela salah satu kubu ya. Tapi mari belajar saja dari kisah mereka yang barangkali bisa dipetik hikmahnya.

Tak dianggap Teman

Hampir setiap individu pasti memiliki lika-liku perjalanan hidup tak hanya melulu soal cinta, namun juga dalam hal persahabatan. Ada teman yang sangat ditunggu dan dinantikan kehadirannya. Ada pula yang sudah lama bersahabat hingga berkorban namun tak dianggap.

Saya pribadi juga sering mengalami hal tidak mengenakkan dalam pertemanan. Bukan karena teman makan teman, tapi karena memang nggak cocok. Sekalinya ada yang cocok tapi ia menganggap saya hanya bayang-bayangnya saja ๐Ÿ˜€

Realita

Belajar untuk Tidak Mengungkit Masa Lalu Seseorang

Berita Luna Maya yang tak dapat restu dari orangtua Reino turut menyeret kembali pada cerita masa lalunya yang kelam. Saya sendiri juga geram dengan jari jemari netizen yang enteng sekali menyinyiri seperti membuka aib orang.

Dear all, semua orang punya masa lalu dan aib. Bahkan kita sendiri juga punya banyak dosa, hanya saja tidak ditampakkan oleh Allah. Barangkali bila dosa kita ini berwujud jerawat atau kutil pun tak akan mampu kita menanggung segala kesakitan yang akan kita derita di sekujur tubuh. Lihatlah pribadi seseorang dari perjuangannya bangkit dari kubangan kelamnya. Toh apapun yang dikatakan dengan karma, biarlah itu menjadi pengalaman hidup berharga baginya. Tugas kita hanya mendoakan sesama Muslim dan tidak menyinyiri. Allah Maha Pengampun. Siapa kita berani menghakimi seseorang? 

Ketika Teman Mencampakkanmu…

Be strong. Dicampakkan oleh seorang teman atau dikhianati tak lantas membuatmu berhenti berkarya. Biarlah mereka dengan kehidupannya sendiri. Kamu tetap menyibukkan diri dengan hal positif. Barangkali suatu saat mantan temanmu bisa melihatmu selangkah bahkan beribu-ribu lebih maju dari mereka. Who knows ?

Intropeksi diri. Barangkali ada sifat kita yang membuat teman menjauh. Intropeksi diri aja. Sudah banyak buku bacaan tentang pengembangan diri. Berubahlah menjadi lebih baik untuk dirimu sendiri.

Ikhlas. Mari belajar memaafkan dan ikhlas. Sulit. Memang. Tapi kalau tanpa pengkhianatan mereka, tidak mungkin mentalmu bisa kuat sampai sekarang. Barangkali Allah menyiapkan teman baik lain untukmu, yang menerima dirimu apa adanya dan yang mengakuimu.

Memilih Teman Baik

Memilih teman yang baik adalah sesuatu yang tak bisa dianggap remeh. Islam mengajarkan agar kita tak salah dalam memilihnya. Rasulullah Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda :

ุงู„ุฑูŽู‘ุฌูู„ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุฏููŠู†ู ุฎูŽู„ููŠู„ูู‡ู ููŽู„ู’ูŠูŽู†ู’ุธูุฑู’ ุฃูŽุญูŽุฏููƒูู…ู’ ู…ูŽู†ู’ ูŠูุฎูŽุงู„ูู„ู

Seseorang itu tergantung pada agama temannya. Oleh karena itu, salah satu di antara kalian hendaknya memperhatikan siapa yang dia jadikan teman.

Dalam sebuah hadis, Rasululah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam mengingatkan, โ€œPermisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.โ€ (HR Bukhari 5534 dan Muslim 2628)

Semoga Allah mudahkan kita untuk menemukan teman yang baik sebaik-baiknya teman dan semoga kita selalu dikelilingi oleh orang baik ๐Ÿ™‚

Anggi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.