Aturan Menjenguk Ibu Melahirkan

Menjenguk ibu baru melahirkan itu merupakan antusias tersendiri karena bisa saling berbagi cerita proses persalinan. Tapi nggak sembarangan lho bisa jenguk bayi yang baru lahir. Ada aturan yang harus diperhatikan demi menjaga kesehatan bayi dan mental ibu. Berikut aturan menjenguk ibu melahirkan yang dapat saya rangkum :

Menghubungi sebelum berkunjung

Ibu melahirkan itu lelah teramat sangat dan butuh istirahat cukup. Saya pun sendiri merasakan tubuh saya cepat lelah pasca melahirkan karena saat melahirkan mengeluarkan banyak tenaga, belum lagi harus begadang malam menyusui bayi. So, buat kalian yang ingin berkunjung, ada baiknya menelepon terlebih dulu untuk memastikan bahwa si ibu siap untuk dikunjungi. Kalau bisa sih sambil bawa makanan untuk ibunya hehe, karena ibu menyusui itu cepat lapar. KFC atau Richeese boleh lah 😀

Bantu jaga kesehatan si bayi !

Ada tipe ibu yang ketat dengan aturannya, ada yang tipe ibu santai. Bayi pun belum memiliki imun yang baik. Demi berjaga-jaga untuk kesahatan bayi, maka sebaiknya lakukan hal berikut ini :

Jangan menjenguk ketika sakit. Kalau kamu flu, batuk, mending tunggu benar-benar sembuh deh. Duh, takut bayinya ketularan.

Jangan membawa anak kecil. Kalau terpaksa membawa anakmu, pastikan dia tidak rewel sehingga menganggu ibu dan bayi. Pastikan anak juga steril ya mom.

Minta izin dan mencuci tangan sebelum menggendong bayi. Ingatlah bahwa bayi yang baru lahir belum memiliki imun sendiri dan rentan tertular penyakit atau terkena bakteri dari luar. Ada baiknya cuci tangan dulu sebelum menggendong bayi dan minta izin kepada si ibu terlebih dahulu bila ingin menggendong.

Jangan mencium bayi. Ini sulit memang, tapi lebih baik hindari mencium bayi apalagi di bagian bibirnya. Teringat salah satu berita dari Inggris, bahwa anaknya terkena virus herpes. Si ibu meyakinibahwa bayinya tertular herpes karena kemungkinan seseorang yang menderita herpes telah mencium anaknya di bagian bibir. Beritanya bisa dilihat di : https://id.theasianparent.com/bayi-kena-herpes

Jangan merokok di dekat bayi. Siapapun yang diajak menengok bayi plis jangan sembarangan merokok meskipun di teras rumah ibu. Mending tahan dulu buat ngisep nikotinnya. Merokok dapat membuat kematian mendadak pada bayi dan mengganggu jalan napas bayi.

merokokdekatanak
merokokdekatanak

Pertebal rasa empati

Ibu baru melahirkan biasanya rentan depresi. Pengalaman saya pribadi pun, sempat mengalami stress karena pertama kali mengasuh anak bahkan ada perasaan takut kalau anak saya meninggal! Ditambah ada omongan nggak enak karena ASI saya deras tapi Berat badan anak saya tidak mengalami kenaikan yang signifikan. So, buat kamu yang menjenguk bayi baru lahir tolong jaga omongan yang menyakiti perasaan ibunya, meskipun ibu itu sudah punya anak 2 atau lebih dan dianggap berpengalaman.

Tawarkan bantuan. Kamu bisa menawarkan bantuan kepada teman yang baru melahirkan misal membawa makanan, atau sekedar menjaga bayinya biar ibunya bisa istirahat dulu.

Berpikirlah 1000x sebelum mengatakan sesuatu. Hal ini berhubungan dengan mental ibu yang rentan akan depresi.

daripada ngomong “kamu asi apa sufor?” lebih baik bilang,”aww anakmu sehat sekali…”
Jujur, saya pun pernah salah dalam hal ini. Saya belum merasakan melahirkan kala itu, dan dengan entengnya nanya ke teman saya yang baru melahirkan, “asi apa sufor anaknya?”, ups itu salah banget (jangan ditiru).

Daripada mengatur, “anaknya jangan dikasi dot,” lebih baik bilang. “nggak apa-apa yang penting anakmu sehat”

Daripada julid, “asi kamu nggak bergizi nanti,” lebih baik bilang, “mau kubelikan vitamin untuk asimu biar deras?”

Jangan komentar apapun tentang si ibu dan bayi. Contoh : “kamu gendutan sekarang”, “anakmu item sih kayak siapa”, “anakmu pesek deh”. Plissss jangan! Ditambah kamu mengomentari keadaan kamarnya yang berantakan. Ibu baru melahirkan itu sudah repot mengurus bayinya, dandan aja susah. Mending nih bawain si ibu kosmetik sekalian, kalau bisa bantuin dandan atau minimal sisirin rambutnya daripada sibuk julid hihi.

Jangan komentar apapun tentang cara mengasuhnya. Kecuali benar-benar salah. Contoh, ya udah nggak apa-apa kalau dia mau langsung pakein anaknya pampers pas baru lahir, terserah dia kalau anaknya mau dikasih dot dulu, terserah dia mau anaknya dibedong apa enggak. Yang penting nggak fatal seperti tiba-tiba anaknya dikasih makan padahal baru lahir, nah itu baru deh bisa komentar.

Bantu si ibu bercerita tentang dirinya saja. Nggak etis dong kalau tiba-tiba kamu datang terus curhat masalah kantor atau masalah rumah tanggamu. Toh lebih baik mendengarkan proses persalinan temanmu dan bener-bener kasih support. Ibu melahirkan itu butuh didengarkan demi kesehatan mental dan jiwanya agar bahagia mengurus bayinya.

Segera pulang!

Nah ini, memang sih rumpi itu nggak kenal waktu. Tapi lihat situasi kondisi. Jangan sampai cerita menjenguk berubah menjadi arisan pindah ya. Ingat, ibu melahirkan butuh istirahat cukup.

Keep contact

Selalu pantau perkembangan si ibu ya. Sebagai sahabat atau teman baik pastilah menginginkan semua hal baik-baik saja. Barangkali di tengah-tengah si ibu depresi kembali kan. Ibu melahirkan juga butuh teman yang menganggap dirinya benar-benar ada.

Sekian tips dari saya. Gimana udah siap kan menjenguk teman yang baru melahirkan? Jangan lupa rambu-rambu di atas ya. Kalau ada tips dan saran lain mohon komentar di bawah ya.. Khamsahamnida 🙂

Anggi-

One Reply to “Aturan Menjenguk Ibu Melahirkan”

  1. Saya paling jarang jenguk teman melahirkan di RS kecuali emang temen dekat banget dan emang kedatangan saya bermanfaat banget.

    Saya selalu kebagian, bantuin gendong bayi, ganti popok bayi, ganti pembalut teman, hadeehhh ahhahahahahaha

    Kalau yang ga seberapa kenal, saya lebih suka nunggu mereka pulang dulu, itupun saya pastikan dulu kedatangan saya gak mengganggu mereka.

    Daann, masalah mencium bayi tuh yang bikin gregetan.

    Saya bahkan mau nyentuh aja harus izin dulu, lah dulu bayi saya sering banget langsung di sosor gitu, bikin esmosi rasanya hahahah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.