CMSE Banten IIP 7 Penuh Kesan

Tidak menyangka, dari nice homework matrikulasi ibu profesional yang diberi oleh fasilitator, saya terpilih menjadi salah satu dari 5 profil terbaik perwakilan regional dan diberi mandat untuk sharing di kelas wilayah Kaltim melalui program Student Sharing. Setelah program Student Sharing, ada program lain yaitu Class Meeting Student Exchange (CMSE) di mana 5 dari profil terbaik tersebut disaring lagi menjadi 3 terpilih dari 3 regional, yaitu Balikpapan Raya, Samkabar dan Bontara mewakili untuk memberi inspirasi ke regional lain.

Apa Itu CMSE

Class Meeting Student Exchange adalah program pertukaran pelajar yang bertujuan untuk mengikat dan meningkatkan semangat dalam mewujudkan impian sebagai ibu profesional. Sama seperti Program Student Sharing, di program CMSE ini perwakilan wilayah memberi inspirasi, mengutarakan ide visi misi spesifik hidup yang telah dituliskan di nice homework ke 8 dan ke 9.

Saya terpilih dalam program CMSE tersebut mewakili regional Bontara (Bontang, Sangatta, Berau). Tiga perwakilan CMSE terbaik dimandatkan ke tiga regional, kebetulan sama-sama berada di Pulau Barat Jawa. Mbak Dyas perwakilan Samkabar dimandatkan di regional Bogor 1, Mbak Lely perwakilan Balikpapan Raya di regional Bogor 2, sedangkan saya sendiri di regional Banten.

Materi yang harus dipersiapkan adalah profil, konsep be do have, dan social venture. Nah, saya berusaha semampu saya untuk menyajikan infografis hanya bermodalkan aplikasi Canva saja hehe.

Edit Canva aja beres sih 😀

Sekilas tentang Banten

Sumber: banten.co

Banten, daerah yang sejak tahun 2000 resmi terpisah dari Provinsi Jawa Barat ini memiliki 8 wilayah administratif : Kota Serang, Kota Cilegon, Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Lebak (yang lebih dikenal dengan Ibukota Rangkasbitungnya), Kabupaten Serang dan Kabupaten Tangerang. Bila dilihat secara geografis, Provinsi Banten adalah daerah pesisir dan jalur laut yang potensial, terutama karena letaknya yang menjadi penghubung antara Pulau Jawa dengan Pulau Sumatera melalui Selat Sunda sehingga Pelabuhan Merak menjadi salah satu Pelabuhan penyeberangan yang ramai dan sibuk baik untuk jalur transportasi manusia dan jalur distribusi barang.

Penduduk Banten yang multietnis, suku dan agama, turut memunculkan akulturasi budaya yang unik. Hal ini terlihat pada bahasa daerah yang dominan digunakan di daerah Serang dan sekitarnya yang merupakan akulturasi antara bahasa Sunda, Jawa dengan logat yang khas, unik dan populer disebut Bahasa Jawa Serang. Sedangkan dialek Betawi banyak ditemukan di wilayah Tangerang Raya.

Banten juga memiliki wisata yang eksotis. Berbagai macam wisata seperti wisata bahari, wisata budaya, wisata alam serta tempat wisata lain ada di Banten. Salah satunya adalah Pantai Tanjung Lesung yang di akhir tahun 2018 lalu diluluhlantakkan oleh bencana Tsunami, namun tak menyurutkan pesona keeksotisan dari pantai Banten itu sendiri. Banten juga memiliki ragam kuliner khas yang legendaris. Salah satunya yang terkenal adalah pecak bandeng.

Cerita CMSE Banten IP 7

Ini pertama kalinya saya ‘menginjakkan kaki’ di tanah Banten melalui WAG CMSE. Sebelumnya saya memilih Kota Gudeg untuk tujuan CMSE saya, tapi justru saya bersyukur turut mengenal Provinsi yang terletak di Ujung Kulon yang belum pernah saya jangkau sebelumnya, yang terkenal dengan cerita Kesultanan Banten yang saya dengar selama sekolah.

Pertama kali saya ‘datang’, saya disuguhkan dengan opening cuplikan video singkat tentang profil Banten, yang membuat saya ingin sekali berkunjung ke Banten secara langsung, karena Banten sangat indah. Suku asli Baduy nya yang masih dijaga, ragam bahasa Sunda dan Betawinya, hingga kuliner yang khas menggugah selera saya karena saya belum pernah mencicipi sama sekali kuliner dari Banten ini.

Saat sesi sharing, alhamdulillah disambut dengan antusias luar biasa dari pesertanya sampai saya kewalahan menjawab hehe. Padahal, sebelumnya saya minder karena tamu yang hadir di regional saya super kece semua. Saya sampai curhat ke fasilitator saya, Mbak Lulu, apalah saya ini hanya remahan-remahan roti gandum haha. Alhamdulillah Mbak Lulu memberi semangat kepada saya, sehingga saya berusaha mendesain materi sebaik mungkin untuk ditampilkan di CMSE.

Melihat dari Misi Spesifik Hidup saya di NHW 8, saya memiliki passion dalam bidang menulis dan menjadi mom blogger adalah salah satu impian saya. Berhubungan dengan blogger, beberapa peserta masih merasa tidak bisa menuangkan ide ke dalam tulisan. Saya juga berkeinginan untuk fokus pada konten skincare natural/organik untuk mengedukasi masyarakat bahwa harus menjadi konsumen cerdas agar tidak tertipu pada embel-embel ‘organik’ yang beredar di pasaran. Bahwa kosmetika atau pangan berlabel organik haruslah memiliki standar tertentu, salah satunya adalah melalui kurasi dari White Flower Label.

Dalam kesempatan ini saya juga akhirnya mengetahui bahwa banyak para ibu yang belum mengetahui tentang produk natural dan organik yang sedang dikembangkan di Indonesia. Dalam sesi ini ada peserta yang bertanya tentang Bontang, “Bontang banyak orang Jawanya ya”. Saya senang dong ternyata ada yang tau sedikit tentang kota kelahiran saya ini hehe. Saat akhir sesi pun mereka memberi cinderamata kepada saya berupa profil Banten yang menambah wawasan saya dan journal guide book for Ramadhan Kids yang insya Allah suatu saat berguna untuk membimbing anak saya.

Energi Positif

Dengan peserta bertanya langsung, mencurahkan keluh kesahnya terhadap kesulitan yang dihadapi saat menulis, saya merasa mendapat energi baru.  Saya merinding sekaligus terharu, karena saya belum pernah sharing ilmu yang membuat saya berbinar seperti ini. Jujur, bahkan saya sempat menitikkan air mata hehe karena disambut positif oleh peserta IP Banten disertai dengan doa-doa yang kemudian saya amini. Saya menjadi lebih semangat untuk menulis. Saya juga memberi mereka cinderamata ala saya, berupa lantunan semangat dengan menyelipkan beberapa kata Bahasa Indonesia baru yang belum familiar, alhamdulillah respon yang diterima luar biasa. Bahkan ada yang sampai excited untuk mencari artinya di google. Dari situ juga membuat saya semakin bersemangat untuk mempelajari perbendaharaan kosa kata bahasa Indonesia lainnya. Saya juga jadi ingin berwisata ke Banten hehe karena seumur-umur saya belum pernah berwisata ke daerah Barat Jawa.

Sertifikat Student Sharing, alhamdulillah
Sertifikat CMSE, alhamdulillah
Aliran Rasaku untuk CMSE Banten
Cenderamataku untuk IP Banten kemarin

Terimakasih para fasilitator, Mbak Lulu dan Mbak Vidya serta Peserta IP Banten atas waktu dan kesempatan yang diberikan kepada saya. Terimakasih, alhamdulillah, Allah Maha Baik. Ternyata, balas dendam terbaik adalah mengalahkan diri sendiri dan mencari sisi terang untuk menjadi pribadi yang lebih baik dari kemarin. Terimakasih IIP 7.

Sumber Profil Banten : Banten at Glance, Team IIP Banten

Anggi

Mom Blogger

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.