Menghempaskan Milia Semudah Menghapus Kenangan Mantan

Akhirnya aku bisa menghilangkan milia menahunku, Gaes. Terharu akutu. Rasanya seperti menghapus kenangan mantan eaa kwwkk. Sebenernya miliaku ini belum hilang total sih, tapi ‘mbok’ nya milia udah meletus dan anak-anaknya sudah mulai menipis perlahan.

Apa itu Milia

Melansir dari Hello Sehat, milia merupakan sekelompok benjolan kecil, biasanya berwarna putih, dan menggerombol banyak pada kulit wajah. Kondisi benjolan putih ini adalah kista kecil yang sering muncul di pipi, hidung, mata, dan kelopak mata.

Milia juga bisa disebut sebagai kista kecil. Kondisi ini  dibagi menjadi beberapa jenis berdasarkan usia, di mana tempat munculnya dan apa penyebab benjolan ini muncul. Selain jenis, milia dibagi ke dalam kategori primer atau sekunder. Milia primer terbentuk langsung dari keratin yang terperangkap di bawah kulit. Kista primer  ini biasanya ditemukan pada wajah bayi atau orang dewasa.

Sedangkan jenis sekunder punya bentuk yang mirip dengan yang primer. Akan tetapi jenis sekunder berkembang setelah sesuatu menyumbat saluran yang mengarah ke permukaan kulit, seperti setelah cedera, terbakar, atau melepuh.

Jadi intinya milia berbeda dengan jerawat. Milia merupakan keratin yang terperangkap di wajah karena pertama terjadi penumpukan sel kulit mati dan kedua karena luka pada kulit seperti terbakar sinar matahari, luka bakar, atau karena laser treatment.

Berikut pengalaman wajahku yang kena milia :

Pertama. Masa kuliah aku belum terlalu paham step skincare, jadi cuma beli paket skincare udah komplit sama suncreennya dan belum paham apa itu double cleansing. Habis bersihin pake milk cleanser, toner, cuci muka biasa tanpa wash langsung tidur. Dan aku mulai coba-coba perawatan lain sembarangan, nggak paham aturannya. Ditambah nggak sering re-apply sunscreen, kena matahari langsung kalau naik motor. Akhirnya muncul deh milia di sekitar bawah mataku. Sebenernya nggak masalah sih karena nggak parah hanya saja mengganggu estetika wajah, ceila. Waktu itu aku belum sadar apa itu milia sampai tanteku bilang, ih nduk itu putih-putih wajahmu tuh kayak pakai perawatan tapi belum selesai. Heol, aku nggak paham dong waktu itu. Jadi ya udah lah kubiarin aja sampe bertahun-tahun. 

Kedua. Milia mulai muncul di daerah kelopak mata karena pakai eye sleeping mask dari Laniage. Mungkin karena kesalahanku yang terlalu over mengaplikasikan eye creamnya sampe ke kelopak haha ngapaen coba ya kan.

Ketiga. Bosan pakai produk lokal, aku mencoba ‘menjamah’ produk Korea dari Innisfree, yang sepertinya kandungan dari Innisfree terlalu rich di kulitku yang berminyak. Jadi kulitku kurang cocok untuk pakai layer step ala Korea, apalagi udara di Bontang ini suka berubah-ubah kadang panas banget, kadang mendung, tiba-tiba hujan. Meskipun aku tidur di kamar ber-Ac, tapi sepertinya kulitku nggak butuh skincare berlapis-lapis. Tumbuhlah milia lagi di wajahku. Uh gemes banget.

Akhirnya karena bosan dengan wajahku dan sepertinya wajahku agak lelah, jadi aku menghentikan aktivitas skincareku sementara tanpa meninggalkan double cleansing. Setelah mencari tips menghilangkan milia, aku mengadaptasi dari tips Mbak Verdin, owner Noonasroom. Mbak Verdin pernah menuliskan tentang menghilangkan milia lengkap di blognya. Namun beberapa step aku skip, seperti exfoilating toner dan mengoleskan Clean Up gel totol jerawat dari Korea karena aku memang nggak punya dan belum sempat beli.

Perawatan menghilangkan milia ini bisa dilakukan seminggu dua kali. Yang harus disiapkan adalah air hangat untuk cuci muka, toner, masker clay, dan skincare untuk double cleansing. Ingat apapun itu, semalas apapun pakai skincare tetap jangan lupa utamakan double cleansing ya. Oh iya produk yang aku pakai semua adalah produk lokal. Jenis pada milia umumnya memang bisa dihilangkan sendiri, namun bila dirasa bukan milia biasa ada baiknya konsultasi ke dokter spesialis kulit agar dilakukan tindakan. Kasus milia biasanya dilakukan cauter.

Step by Step Menghilangkan Milia

  • Double cleansing. Step pertama double cleansing seperti biasa. Aku punya beberapa produk untuk double cleansing, ada milk cleanser, micellar water, dan cleansing oil. Untuk kasus milia ini, aku menyarankan untuk menggunakan cleansing oil atau cleansing balm daripada milk cleanser karena hasilnya lebih maksimal karena lebih ampuh menghilangkan kotoran-kotoran yang terjebak di dalam kulit. Produk yang aku pakai untuk milia kali ini adalah cleansing oil dari Emina Traceless Oil, Micellar Water dari Brun Brun Paris dan sabun wajah dari Sensatia Botanica.

Kalau di blog Mbak Verdin, double cleansing yang dia lakukan untuk milia ini adalah tanpa mencuci wajah dahulu. Tapi tidak berlaku untuk wajahku. Aku pernah menggunakan cleansing oil lalu ke micellar water hasilnya di wajah muncul jerawat. Jadi cara yang aku lakukan untuk double cleansing : cleansing oil > cuci wajah dengan face wash > micellar water.

Cleansing oil Emina di wajahku lumayan ampuh untuk mengangkat kotoran dan make up di wajah, seriusan seampuh itu gaes. Baunya memang oil banget, bahkan ada yang bilang kayak minyak goreng. Ya terserah kau yang punya muka lah =_= , yang penting di aku sih manfaatnya dan harganya juga ramah di kantong. Toh di kulitku cocok, tidak menimbulkan breakout dan tidak menambah milia. Aku mengaplikasikan cleansing oil ini dengan tangan lalu menggosokkannya di wajah.

Setelah itu aku mencuci wajah dengan sabun dari Sensatia Botanica varian Geranium + Sandalwood + Ylang Ylang. Sabun dari Sensatia Botanica ini aku beli saat ada promo paket bundling dan diskon setengah harga dari harga aslinya. Uwuw jadi aku borong satu paket berisi 9 pcs sabun. Ini lembut banget di wajah dan nggak meninggalkan rasa kesat karena terbuat dari bahan alami.

Awalnya aku agak nggak terlalu suka dengan micellar water Brun Brun ini karena daya angkatnya kurang untuk menghapus make up. Tapi worth it di step double cleansing kasus milia ini dengan mengaplikasikannya sebelum mencuci wajah atau di step terakhir sebelum mengompres wajah dengan air hangat, karena micellar water ini turut mengangkat komedoku dan miliaku yang pecah. Pengaplikasian micellar water di step terakhir ini khusus saat terapi milia saja ya karena micellar water tidak baik digunakan single use dan langsung dibawa tidur karena meninggalkan residu di wajah.

  • Membasuh wajah dengan air hangat, yaitu dengan mengompres wajah atau bisa dengan memberi uap air panas pada wajah dan dilakukan selama minimal 15 menit. Kalau aku biasanya diusap menggunakan kapas. Jadi kapas aku basahin dulu ke air hangat baru diusap seperti menggunakan toner. Atau kalau kalian punya sponge untuk wajah, bisa kalian gunakan untuk terapi air hangat ini. Manfaat membasuh wajah dengan air hangat dapat melembabkan kulit, meredakan jerawat, menghilangkan komedo dan mengecilkan pori-pori.
  • Melakukan exfoliating dan menggunakan masker wajah. Produk exfoliating yang disarankan adalah yang mengandung Aha (glycolic acid/lactic acid) bisa membantu mempercepat hilangnya milia. Berhubung aku belum punya exfoiliating toner dan belum sempat beli karena masih cari referensi produk lokal, maka aku skip bagian ini. Kamu bisa menggunakan exfoliating toner atau scrub untuk membuang sel-sel kulit mati yang menumpuk. Lapisan pada milia perlahan akan menghilang dan diganti dengan lapisan baru. Masker wajah untuk kasus milia ini aku lebih menyarankan untuk menggunakan clay mask daripada sheet mask. Kamu bisa menggunakan clay mask sesuai kebutuhan kulitmu. Kebetulan, saat terapi menghilangkan milia di minggu pertama hingga kedua kulitku sedang berjerawat karena awalnya salah dalam double cleansing (yang udah aku jelasin di atas), jadi aku pakai clay mask dari Ovale varian Teh hitam untuk merawat kulit berjerawat. Clay mask dari Ovale ini sudah mengandung butiran scrub, jadi saat aku mengoleskannya sudah seperti mengeksfoliasi kulitku.
  • Dalam blog mbak Verdin dan Affi Assegaf di Female Daily, mereka menyarankan juga untuk menggunakan obat jerawat atau produk yang mengandung retinol untuk diaplikasikan pada milia. Tapi aku skip bagian ini karena memang belum sempat beli hihi. Di Bontang susah cari acne gel, aku menggantinya dengan Wardah Aloe Vera Gel yang bisa meminimalisir jerawatku yang meradang. Jadi aku juga menggunakannya di seluruh muka termasuk untuk milia.

Rangkuman stepnya adalah sebagai berikut :

Double cleansing (dengan mencuci wajah lebih dulu atau bisa tanpa mencuci wajah) > kompres wajah dengan air hangat 10-15 menit > Lakukan eksfoliasi dengan exfoliating toner > diamkan sebentar > gunakan masker wajah > bilas dengan air dingin > gunakan obat jerawat mengandung retinol

Lakukan terapi tersebut selama seminggu dua kali dan kapanpun senyamannya kamu. Aku biasanya melakukan terapi ini saat malam hari setelah anak tidur karena lebih bebas. Jangan lupa juga menggunakan sunblock/sunscreen saat siang hari.

Result :

dapatkah kau melihat perbedaan kedua gambar di atas

Ini hasil selama dua minggu (4 kali terapi). ‘Simbok’ nya milia udah sedikit meletus dan nyangkut di kapas saat aku mengaplikasikan micellar water. Menjelang sembuh, aku merasakan sensasi sakit seperti ‘muntup-muntup’, kemudian milia berangsur kempes lalu menghilang. Tinggal milia yang anak-anaknya aja ni yang masih bertengger di wajahku. Oh iya dekat tahi lalat itu bukan milia ya tapi jerawat yang belum kempis hihi.

sisa-sisa kotoran di wajah pasca terapi milia

Postingan ini akan terus update seiring berubahnya kondisi di wajahku. Aku masih dalam proses mencari exfoliating toner dari produk lokal dan produk mengandung retinol. Tapi aku puas banget karena simboknya milia udah meletus, udah nggak gengges lagi waktu ngaca hehe. Uh ternyata semudah itu menghilangkan milia yaaah semudah menghilangkan kenangan mantan yang tersisa ya nggak seh hahah. Semoga bermanfaat yah.

Anggi-

One Reply to “Menghempaskan Milia Semudah Menghapus Kenangan Mantan”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.